News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wawali Larang Miras di Kota Batu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Selama ini Kota Batu, MalangĀ  menjadi ikon kota wisata. Bukan berarti masyarakat membebaskan adanya minuman keras (miras).
Bahkan, Wakil Walikota Batu, Ahmad Budiono menyatakan, kalau bisa kota wisata ini
bebas dari miras.

"Saya sepakat dengan para ulama, hilangkan minuman haram itu," papar Wawali di balaikota, Senin (23/7/2012).

Menurutnya, miras sangat berbahaya, apalagi dinikmati orang yang tidak
bertanggungjawab. Karena, miras bisa menganggu perkembangan jiwa dan
merusak organ tubuh manusia. Apalagi dioplos dengan bahan lainnya.

"Saya meghimbau agar warga Batu yang suka miras, kembalilah ke jalan yang benar tidak mengkonsumsi miras," pesannya.

Namun, Wawali masih bersikap kompromi. Jika miras diperbolehkan undang-undang beredar pun, itu sebatas di hotel berbintang saja.

Sebelumnya, berkaitan dengan pembahasan raperda larangan peredaran miras, puluhan toko yang menjual bebas miras akan ditutup paksa jika raperda tentang larangan peredaran minuman beralkhohol (miras) disahkan bulan depan.

Sedangkan, puluhan pengusaha yang selama ini memiliki toko miras, harus siap-siap mengalihkan usahanya jika tidak ingin ditutup paksa oleh Satpol PP.

"Otomatis, kalau raperda ini nanti disahkan, mereka harus mengikuti atura alias tutup," ucap Juhaimi, Ketua Pansus
Raperda, Minggu (22/7/2012).

Berkaitan dengan penjualan bebas miras itu, Majelis Muwassolah Baina Al 'Ulama Al Muslimin Kota batu membeberkan sedikitnya ada 17 toko besar penjual miras di kota wisata ini. Toko-toko itu tersebar dari
pusat Kota sampai plosok desa.

Jenis miras yang dijual pun beragam, ada jenis Donald, Stanley, vodca,
mansion, arak racikan, topi miring. Para peminum miras ini pun sudah membawa puluhan korban, mulai usia anak-anak hingga orang tua.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini