TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG REDEB - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat, mengeluarkan peringatan dini terkait siklon tropis Saola.
Saola atau biasa disebut badai tropis, intensitas kekuatannya meningkat, dan diprediksi mengancam wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) bagian utara.
Kabupaten Berau masuk dalam wilayah utara Kaltim. Meski begitu, pihak BMKG Kalimarau belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait peringatan dini.
"Kami memang belum memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Mungkin peringatan dini berlaku secara nasional," kata Sudiyono, Kepala BMKG Kalimarau, Kabupaten Berau, Minggu (29/7/2012).
Di hari yang sama, Puguh, forecaster BMKG Balikpapan mencatat, badai tropis Saola bergerak ke arah Filipina, yang berbatasan langsung dengan perairan Kabupaten Berau.
Siklon tropis Saola, jelas Puguh, memicu terjadinya gelombang tinggi yang diakibatkan oleh kecepatan angin yang tinggi pula.
Menggunakan perangkat Automatic Weather Observation System (AWOS), kecepatan angin yang ditimbulkan Saola mencapai 8-16 knot. Sedangkan kecepatan angin normal hanya 5-10 knot.
"Kecepatan angin 8-16 knot yang memicu gelombang tinggi," cetusnya.
Catatan BMKG Balikpapan, Minggu, tinggi gelombang di perairan Kabupaten Berau mencapai 4-meter.
"Tinggi gelombang ini dapat membahayakan kapal-kapal ponton dan para nelayan. Kapal besar relatif aman dari gelombang lima meter, tapi harus tetap waspada dengan angin kencang," jelasnya.
Kondisi tersebut, diperkirakan terus berlangsung hingga hari ini, Senin (30/7/2012).
"Bahkan, kami prediksikan akan meningkat," imbuhnya.
Gelombang dengan ketinggian empat meter diperkirakan juga muncul di Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, dan Laut Maluku bagian utara.
Gelombang tinggi pun berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Halmahera, dan Perairan Kepulauan Talaud.
"Siklon tropis Saola juga diprediksi bergerak ke arah Barat Laut, menuju Thailand," terang puguh. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan