TRIBUNNEWS.COM - Pelajar kembali jadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelajar lainnya.
Terbaru ini, seorang siswa SMK Bina Warga Kota Bogor berinisial R yang masih duduk di bangku kelas 11 jadi korban pengeroyokan oleh enam orang pelajar lainnya.
Bahkan, videonya yang menunjukkan ia diinjak-injak viral di media sosial.
Kasus ini jadi sorotan karena kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih jadi masalah serius yang harus ditangani.
Mengutip pusiknas.polri.go.id, pada Januari hingga November 2026 saja, ada 14 ribu lebih anak di bawah 20 tahun yang jadi korban kekerasan.
Dari data tersebut 55,5 persen merupakan perundungan dengan kekerasan fisik.
Setelah ditelusuri, ternyata empat pelaku masih satu sekolah dengan korban dan dua pelaku lainnya beda sekolah.
Denny Mulyadi selaku Guru SMK Bina Warga pun mengaku kejadian ini mencoreng wajah sekolah.
"Kejadian ini cukup memalukan kami (sekolah). Pelaku dan korban ini sebetulnya satu sekolah,"
"Dan setelah menemukan video viral, alhamdulillah respon dari polisi sangat cepat,"
"Kami merasa terbantu untuk membina anak-anak kami," kata Denny kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (5/6/2026) di Mako Polresta Bogor Kota.
Baca juga: Seorang Pelajar SMK di Bogor Dianiaya 6 Orang, Polisi Sebut Korban Ingin Masuk Geng
Ia menuturkan, aksi pengeroyokan ini masih dilakukan oleh satu tongkrongan atau basis atau geng.
Tongkrongan tersebut, lanjut Denny, dibentuk supaya pelajar yang satu tongkrongan merasa aman saat pulang maupun berangkat sekolah.
"Tapi, akhirnya dengan basis ini mereka malah blunder sendiri," ujarnya.
Ia menuturkan, pihak sekolah juga akan memberikan sanksi.
Baca tanpa iklan