Andi mengatakan, sebelum pemilik kapal melakukan pelayaran terlebih dahulu dilakukan identifikasi kembali terhadap surat–surat berlayar serta perangkat kapal. Selain itu diberikan peringatan dan himbauan tentang keselamatan berlayar. Para penumpang ditekankan untuk memakai jaket pelampung sebelum berlayar.
Pada saat normal, jumlah penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Sungai Jepun mencapai sekitar 2.000 orang setiap bulannya dengan 700 kendaraan bermotor.
“Artinya bisa kita rata-ratakan untuk pengguna jasa di pelabuhan feri ini hanya orang Sebatik saja dan orang Nunukan,” ujarnya.
Baca tanpa iklan