News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

IPW: Kinerja Polri Makin Kedodoran dan Tidak Profesional

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menko Polhukam Djoko Suyanto (tengah), didampingi Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kanan), dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, memberi keterangan pers seusai menggelar rapat koordinasi bidang polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2012). Sejumlah isu keamanan terkini seperti video diskriminatif terkait pilkada DKI, penembakan Pos Pengamanan di Solo dan tertembaknya wartawan dalam bentrok antar warga di Sigi, Sulawesi Tengah, dibahas dalam jumpa pers tersebut. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM - Kinerja Polri saat ini makin kedodoran dan tidak profesional. Pasca Lebaran ini sudah saatnya Kapolri mengevaluasi dan mencopot Kapolda dan Kapolres yang berkinerja buruk.

"Misalnya, sudah seminggu lebih kasus penembakan terhadap dua polisi di Solo belum juga berhasil diungkap Polri. Sepertinya tidak ada upaya yang sungguh-sungguh dari Kapolresta Surakarta (Solo) Kombes Asjima'in untuk mengungkap kasus ini," tulis Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam rilis yang diterima Tribunnews.com,Minggu (26/8/2012) .

Di Solo Jawa Tengah, jelang Lebaran, kasus teror terjadi tiga kali berturut-turut. Pertama, penembakan pos pengamanan Lebaran di Gemblekan pada 17 Agustus 2012. Dua polisi terluka dalam peristiwa ini. Kedua, pelemparan granat pada Pospam Gladak pada 18 Agustus. Ketiga, pelaku melempar molotov saat dikejar aparat usai pelemparan granat.

"Belum terungkapnya kasus ini tentu sangat meresahkan masyarkat. Bagaimana publik bisa percaya pada Polri dalam menjaga keamanan masyarakat. Sebab untuk melindungi dirinya saja Polri tidak mampu. Bahkan, Polri tidak kunjung mampu mengungkap kasus penembakan terhadap dua anggotanya di Solo," lanjut Neta.

IPW menilai, kondisi Solo saat ini kian rawan. Sebelumnya, pada 4-5 Mei 2012 terjadi kerusuhan di daerah tersebut. Kerawanan ini terjadi akibat ketidakmampuan Kapolresta Surakarta dalam membangun sinerji dan sistem keamanan di wilayah tugasnya. Salah satu contoh, dlm HUT Polri 1 Juli 2012 lalu, tidak ada anggota Muspida yang hadir. Ini menunjukkan pola pembinaan dan pendekatan yang dilakukan pimpinan Polri di Solo sangat buruk.

Berkaitan dgn itu, IPW mendesak Polri segera menuntaskan kasus penembakan terhadap dua anggotanya di Solo agar krisis kepercayaan publik terhadap Polri bisa dihindari.

"Selain itu, Kapolri perlu mengevaluasi dan mencopot para pimpinan kepolisian di daerah yg berkinerja buruk dan tidak mampu membangun sinerji di wilayah tugasnya, seperti Kapolresta Solo," lanjut Neta.

REGIONAL POPULER

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini