News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sempat Coba Kabur dan Ancam Sipir dengan Pistol, Eks Polisi Tewas di Sel Lapas Palangka Raya

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Aksi narapidana yang berusaha melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan bukanlah peristiwa baru di Indonesia. 

Kasus serupa berulang kali terjadi di berbagai daerah dan menjadi perhatian nasional karena menunjukkan masih adanya tantangan dalam sistem pengamanan penjara, sekaligus berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

Berbagai faktor seperti kelebihan kapasitas lapas, keterbatasan petugas, hingga lemahnya pengawasan kerap menjadi pemicu terjadinya upaya pelarian. 

Kondisi ini mendorong perlunya pembenahan sistem pemasyarakatan melalui peningkatan pengamanan, pemanfaatan teknologi, dan penguatan manajemen agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Terbaru, aksi upaya kabur dilakukan oleh Anton Kurniawan Stiyanto, eks polisi yang terjerat kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan seorang sopir ekspedisi asal Banjarmasin di wilayah Katingan pada akhir November 2024 lalu.

Ia mencoba kabur dengan mengancam sipir memakai pistol yang diselundupkan sang istri.

Upaya tersebut berakhir gagal dan sekitar satu pekan kemudian, Anton ditemukan tewas di sel khusus Lapas Palangka Raya, Sabtu (30/5/2026) malam.

Baca juga: Sebelum Meninggal di Lapas, Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan Diajukan Pindah ke Nusa Kambangan

Bagaimana kronologi lengkapnya?

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalteng, I Putu Murdiana membeberkan kronologi kejadian bermula saat Anton berusaha kabur pada Sabtu (23/5/2026) lalu.

Sebelumnya, ia menerima kunjungan dari sang istri yang ternyata menyelundupkan senjata api.

Berbekal itu, Anton melancarkan aksinya berupaya kabur dengan mengancam para sipir.

Aksi berhasil digagalkan dan berakhir narapidana seumur hidup ini dimasukan ke dalam sel isolasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Di sel isolasi yang bersangkutan satu kamar sendiri tidak ada warga binaan lainnya," ujar Murdiana, dikutip dari TribunKalteng.com, Senin (1/6/2026).

Murdiana melanjutkan, petugas lapas setiap satu jam sekali secara rutin mengecek kondisi Anton.

Semua dilakukan demi memastikan kebutuhan narapidana, seperti makan, minum, dan kondisi kesehatan, dapat dipastikan terpenuhi dengan baik.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini