News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Semua Sektor Saham Anjlok

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nasabah sedang memantau perkembangan transaksi IHSG pada layar komputer yang ada di sekuritas Pontianak, Selasa (18/9/2012). Perdagangan IHSG hingga penutupan, Selasa (18/9/2012) semua sektor mengalami anjlok.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Branch Manager Universal Broker Pontianak, Sutopo Widodo, mengatakan, perdagangan digerus aksi profit taking, IHSG terkoreksi 31,38 poin (-0,74 persen) ke level 4.223,89, Selasa (18/9/2012).

"Kekhawatiran akan perlambatan perekonomian di beberapa negara yang memiliki ekonomi terbesar di Asia, memberikan tekanan kuat terhadap sentimen positif dari stimulus yang diberikan The Fed," ujar Sutopo Widodo kepada Tribun Pontianak (Tribun Network) setelah penutupan market.

Ia menambahkan, dengan transaksi sebesar 10,0 juta lot atau senilai Rp 8,57 triliun asing mencatatkan net buy sebesar Rp 5,41 triliun. Sedangkan Indeks Unggulan LQ45 ditutup melemah 5,3 poin (-0,72 persen) ke level 727,57.

Semua sektor anjlok dimana Pertanian -5,13 poin (-0,22 persen), Aneka Industri -1,56 poin (-0,12 persen), Konsumsi -15,40 poin (-0,97 persen), Infrastruktur -4,11 poin (-0,46 persen), Keuangan -3,82 poin (-0,71 persen), Industri Dasar -5,05 poin (-1,09 persen), Pertambangan -29,84 poin (-1,43 persen), Perdagangan -5,13 poin (-0,22 persen) dan Properti -2,28 poin (-0,77 persen).

Saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan hari ini adalah CNKO, PSDN, JIHD, RAJA, BFIN, HEXA, MTFN, VRNA, CKRA, JPRS dan SAFE. Serta yang berada pada urutan terbawah adalah TOWR, ARII, CTTH, INCI, IATA, BEKS, ACES, WAPO, NIRO dan PTIS.

Pada perdagangan hari ini bursa saham Indonesia mendapat banyak tekanan negatif baik dari kawasan Asia maupun Amerika dan Eropa. Adanya seteru antara Jepang dengan China memberikan kekhawatiran akan kondisi perekonomian China dan Jepang yang semakin memburuk. Selain itu sinyal perlambatan ekonomi AS juga masih mengkhawatirkan.

Baca Juga:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini