News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

29 WTS di Pulangkan ke Daerah Asal

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Pemkot Surabaya memulangkan 29 wanita tuna susila (WTS) ke daerah asalnya, Kamis (27/9/2012), setelah melakukan pendekatan terhadap PSK dan mucikari sejak Ramadan lalu.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang ikut melepas pemberangkatan rombongan di kediaman, punya sebutan baru untuk 29 perempuan ini. Yakni wanita harapan.

Risma berharap, pemulangan ini merupakan langkah awal bagi para wanita harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

“Kalau kita punya niat yang baik maka Tuhan pasti akan memberikan jalan,” pesan walikota, Kamis (27/9/2012).

Risma juga berpesan agar mereka yang sudah pulang ke daerah asal tidak kembali ke dunia lamanya. Jika ketahuan kembali ke Surabaya dengan profesi yang masih sama, Pemkot akan melakukan upaya tegas.
"Jika ada yang seperti itu, yang bersangkutan akan diarahkan ke liponsos," ujar Risma.

Risma lantas menceritakan, selama bulan puasa, pihaknya rajin memantau ke lokalisasi. Dari situ diketahui ada beberapa yang ingin pulang ke daerah asal.

Pemkot lantas intensif melakukan pendekatan-pendekatan, khususnya dengan PSK dan para mucikari. Walikota berjanji, pemulangan ini akan terus berlanjut, namun dilakukan secara bertahap. Sehingga, lambat laun akan berujung pada penutupan lokalisasi.

“Kami punya target menutup lokalisasi tapi harus dilakukan dengan cara humanis, seperti melalui pelatihan dan pemberian stimulus modal usaha,” ujarnya.

Dari seluruh wanita harapan yang dipulangkan, rinciannya sebanyak 22 orang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur antara lain Malang, Batu, Blitar, Pasuruan, Lumajang, Sidoarjo, Banyuwangi, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk, dan Kediri. Serta ada dua orang dari Surabaya. “Sedangkan 7 orang berasal dari luar Jatim seperti Pekalongan, Kalimantan, Batang (Jawa Barat), dan Karawang,” kata Supomo, Kadinsos Surabaya.

Untuk rentang usia, yang termuda 26 tahun dan tertua 56 tahun. Terkait mekanisme pemulangan, Supomo menjelaskan, mereka akan diantar oleh relawan pendamping hingga ke tempat tinggalnya. Untuk yang berasal dari luar propinsi menjadi tanggung jawab Dinas Sosial Propinsi Jatim. Masing-masing wanita harapan juga akan mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp 3 Juta dari Pemprop Jatim.

Guna mencegah wanita harapan tak kembali ke Surabaya, Supomo menambahkan, Pemkot akan melakukan koordinasi pemantauan dengan kabupaten/kota asal mereka.

“Kami tetap memantau mereka melalui Pemkab/Pemkot masing-masing,” tandas mantan Camat Kenjeran ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini