News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Stok Beras di Malang Melimpah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah portir memindahkan beras Bulog yang akan dikirimkan ke pedalaman hulu Sungai Mahakam, wilayah Melak, Kutai Barat, menggunakan kapal long boat, dari Dermaga Mahakam Hulu, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (14/9/2012). Sebanyak 90 ton beras dibawa ke wilayah Melak yang rencananya digunakan untuk kebutuhan pangan penduduk pedalaman sampai akhir tahun 2012. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Kepala Perum Bulog divisi regional (divre)  Malang Raya, Ikbal Awaluddin mengatakan, stok beras masih melimpah. Itu terlihat dari ketersediaan beras yang masih mencapai 35.000 ton.

Dikatakan Ikbal, meski Malang Raya diterpa kemarau panjang, Perum Bulog bisa menjamin warga Malang Raya tidak akan kekurangan beras.

"Stok yang tersedia masih cukup hingga Maret 2013 nanti," kata Ikbal usai worksop pemantapan program on farm perum bulog divre Jatim di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (28/9/2012).

Dalam sebulan, Perum Bulog Divre Malang Raya masih bisa memenuhi target 5.300 ton, dari semua lahan pertanian di Malang Raya dan Pasuruan yang mencapai 2.500 hektare.

Rito Angky Pratomo, Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur (jatim) menambahkan, ketersediaan beras di Jatim masih 550.000 ton. Dalam sebulan, konsumsi beras warga Jatim 51.000 ton. "Berarti kita tidak akan kekurangan hingga 10 bulan ke depan. Jadi tenang saja, meski musim kemarau, Perum Bulog masih bisa mencukupi kebutuhan beras," jelasnya.

Terkait program on farm, pihaknya sudah mulai mengenalkan ke para petani. Program on farm ini bertujuan memberikan bantuan modal kepada petani mulai penanaman bibit, perawatan, hingga biaya panen.

"Penjualannya nanti juga ke Bulog, sehingga harganya akan merata dan tidak merugikan petani," kata Rito.

Dalam workshop tersebut juga dihadiri Yusuf, staf khusus presiden bidang pangan dan energi. Dia katakan, saat ini Jatim  masih mampu menyuplai kebutuhan pangan nasional hingga 30 tahun ke depan.

"Setelah itu, pangan Jatim hanya bisa memenuhi kebutuhan Jatim saja. Karena itu setiap daerah harus melakukan terobosan-terobosan untuk memenuhi kebutuhan pangan itu," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini