News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Perang di Adonara Terjadi Lagi, Gubernur Minta Solusi

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyela

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG -- Gubernur NTT,  Frans Lebu Raya, meminta Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin,  segera berkordinasi dengan para tokoh masyarakat, adat, agama setempat guna menyelesaikan pertikaian di Adonara Timur.

Leburaya menyesalkan terjadinya perang tanding di Kecamatan Adonara Timur. Dia mengaku sudah berkoordinasi sejak hari Senin (1/10/2012), namun  perang masih terjadi.

Sejak Senin (1/10/2012), katanya,  Polda NTT sudah mengirim  pasukan ke lokasi. Dan, Selasa (2/10/2012) ada tambahan dari Brimob Polda NTT ke lokasi. Dengan bantuan itu diharapkan perang tidak berlanjut.

Sebagai putra Adonara,  Lebu Raya mengaku sudah berkoordinasi dengan banyak tokoh masyarakat dan agama di Flores Timur. Ia berharap tokoh agama dan tokoh masyarakat berpartisipasi menjaga suasana agar tetap aman dan nyaman.

"Bila terjadi masalah hukum diproses saja. Tidak perlu menghakimi sendiri dengan cara-cara kekerasan," kata Lebu Raya.

"Saya minta agar Bupati Flotim mengajak bicara bersama para tokoh di sana. Barangkali dengan pertemuan itu bisa diketahui cerita sebenarnya. Tokoh desa lain  juga bisa diajak dialog mencari solusi yang terbaik," tambah Lebu Raya.

Lebu Raya  mengatakan perang tanding itu dipicu  persoalan lahan dan warga dua desa itu masing-masing mengklaim sebagai pemilik. "Ada cerita bahwa tanah itu milik si A kemudian lain waktu si B punya. Saya terus berkoordinasi dengan Bupati Flotim sampai saat ini," katanya.

Romo  Frans Amanue, Pr yang menghubungi Pos-Kupang.com  via telepon menyesalkan peristiwa itu. Dia menyatakan, sebenarnya perang tanding itu tidak terjadi dan meluas, jika Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin, cepat mengambil langkah-langkah pasca pencegatannya ketika hendak meresmikan permukiman itu.

Peristiwa itu terjadi karena pemimpin daerah membiarkan sehingga rakyat mencari kebenaran dengan caranya sendiri. Dia berharap pemerintah secepatnya memfasilitasi sehingga sengketa itu tidak berkepanjangan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini