TRIBUNNEWS.COM SANGATTA, Kegembiraan menyelimuti warga RT 37, Gang Campur Sari, Desa Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara. Pasalnya, RT ini berhasil meraih nilai tertinggi dalam putaran kedua Lomba Kampung Bersih, Sehat, dan Mandiri (Bersemi) tahun 2012.
Pada putaran kedua, RT 37 berhasil mengungguli sembilan RT yang lain. Mereka meraih nilai 114,1 yang merupakan akumulasi dari penilaian indikator kebersihan, kesehatan, dan kemandirian. Sebelumnya, pada putaran pertama, RT 37 juga berhasil meraih nilai tertinggi dari hampir 30 peserta.
Pengumuman pemenang disampaikan Jumat (12/10/2012), dalam rangkaian upacara HUT ke 13 Kabupaten Kutai Timur. Secara berurutan, pemenang 1 sampai 3 adalah RT 37, Gang Campursari, Desa Teluk Lingga (Nilai 114,1), RT 9 Makmur Jaya, Desa Sangkima (108,8), dan RT 09, Jl Antasari, Desa Sangatta Utara (103,7).
Dalam posisinya sebagai pemenang pertama, RT 37 juga didaulat menjadi tuan rumah dalam acara pembagian hadiah yang rencananya digelar 24 Oktober mendatang. Rencananya hadiah akan diserahkan Wakil Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
Ketua RT 37, Ahmad Fauzi, mengatakan warganya bersyukur atas prestasi tersebut, dan akan berupaya untuk terus meningkatkan capaian yang telah diraih secara berkesinambungan. Pihaknya juga siap menjadi tuan rumah dalam acara pembagian hadiah.
Para pemenang lomba, mulai dari pertama sampai sepuluh, akan mendapatkan berbagai hadiah. Diantaranya dana pembinaan dari PT Kaltim Prima Coal (KPC), dan gerobak sampah dari Dinas Pekerjaan Umum Kutim.
Termasuk apresiasi berupa studi banding ke Yogyakarta untuk perwakilan RT pemenang tiga besar dari KPC, Badan Lingkungan Hidup (BLH), dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kutim.
"Uang pembinaan diberikan untuk juara 1 sampai 10. Gerobak sampah untuk pemenang 4 sampai 10. Juga 1 unit mesin pemotong rumput untuk pemenang 1 sampai 10," kata koordinator kegiatan, Bakri Hadi.
Sebelumnya, Koordinator tim juri, Istiqamah, mengatakan rata-rata para peserta mencapai perbaikan dibandingkan penilaian tahap pertama. "Ada yang peningkatannya signifikan, tapi ada juga yang semata bersifat pembenahan," katanya.
Peningkatan ini dapat dinilai sebagai wujud kesadaran masyarakat yang mampu bersinergi. Juga didukung dengan pendampingan yang dilaksanakan panitia dalam dua tahapan.
Penilaian yang dilakukan dalam tiga hari tersebut merupakan penilaian terbuka. Sebelumnya telah dilakukan pemantauan secara tertutup sebagai rujukan informasi tentang kondisi aktual sekaligus sebagai pembanding dalam penilaian terbuka.
Sebelum penilaian ini, 10 RT yang menjadi pemenang di tahap pertama telah mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pengelolaan lingkungan oleh tim pendamping. Tim pendamping terdiri dari panitia LKB dan perwakilan RT yang telah menjadi juara pada LKB tahun 2010 dan 2011.
Alex Tarigan, wakil ketua panitia yang berasal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutim, menjelaskan lomba Kampung bersemi tahun ini adalah penggabungan antara lomba dan pembinaan.
“Di akhir sesi nanti akan ada evaluasi menyeluruh apakah konsep lomba atau pendampingan yang lebih berdampak luas terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan lingkungan," katanya. Hal ini menjadi penting karena ada indikator yang ingin diukur dari program lomba Kampung Bersemi yang telah memasuki tahun ketiga ini.
Wakil Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, mengapresiasi pelaksanaan LKB di Sangatta. Ia menyampaikan terima kasih atas segala semangat, kebersamaan, dan kegotongroyongan yang telah dibangun masyarakat.
Baca tanpa iklan