Menurut Kompol Fajar, hanya saja penggunaan senpi berbentuk pistol tersebut belum bisa dipastikan keasliannya, karena hanya digunakan untuk memukul satpam.
"Pistol asli apa bukan belum bisa dipastikan, karena hanya dipakai untuk memukul satpam," ungkapnya.
Fajar menambahkan, kemungkinan pelaku perampokan tidak melakukan perencanaan matang, karena tidak tahu lokasi brankas.
"Kami menduga kawanan perampok ini hanya acak saja memilih sasaran, tidak melakukan perencanaan matang," imbuhnya.
Baca Juga:
- Ketika Gubernur Jateng Salah Ucapkan Nama Rudyatmo
- Ilham: Makassar Maju karena Karya Bersama Warga Kota
- Jokowi Cium Tangan Gubernur Jawa Tengah
- Mantan Lurah Terong Tersangka Korupsi Dakon Gempa
Baca tanpa iklan