News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PNS di Kaltim Harus Pelopori Berhenti Merokok

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi dilarang merokok

 
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM  NUNUKAN,- Sekretaris Provinsi Kaltim yang juga Ketua Yayasan Jatung Indonesia Kaltim Irianto Lambrie, meminta pegawai negeri sipil (PNS) menjadi pelopor untuk mengurangi bahkan berhenti merokok. Hal itu disampaikannya usai melantik Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Nunukan yang diketuai Wakil Bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani.

Ia mengatakan, langkah ini sudah dimulai di Pemprov Kaltim. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah memerintahkan seluruh jajaran satuan kerja perangakt daerah (SKPD) untuk memberlakukan larangan merokok di kantor-kantor pemerintah provinsi kecuali memang di tempat tertentu yang telah disediakan.

Melalui Yayasan Jantung Indonesia Kaltim, pihaknya juga mendorong seluruh masyarakat berperilaku hidup sehat sehingga memiliki jantung yang sehat.

“Ini merupakan satu hal yang sangat relevan dengan misi Yayasan Jatung Indonesia untuk bermitra dengan pemerintah dengan masyarakat. Untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang memiliki jantung sehat dan kesehatan yang bugar,” ujarnya.

Ia berharap dengan terbentuknya Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Kabupaten Nunukan, pengurus yang terbentuk ini mampu menggerakkan organisasi di Nunukan.

“Karena kita melihat bagaimana awal pelantikan ini, dukungan dan partispasi semua mitra dan pemangku kebijakan itu sangat menggembirakan,” ujarnya, Jumat (19/10/2012) di Nunukan.

Ia mengatakan, masyarakat diharapkan pula mengurangi bahkan berhenti merokok karena merokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah. Kedua penyakit tersebut menjadi penyebab utama kematian di dunia termasuk Indonesia, khususnya sebagai penyebab kematian utama remaja dan perempuan.

Penyakit jantung juga tidak mengenal usia, tidak mengenal kelompok ekonomi, tidak mengenal jenis kelamin bahkan banyak anak usia dini, bayi, balita, gadis remaja terkena penyakit jantung.

“Ini karena pola hidup tidak sehat, perubahan pola konsumsi, akibat makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi syarat kesehatan. Terutama penyebabnya merokok,” ujarnya.

Baca   Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini