News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

10 Tahun, Ketua DPRD Pamekasan Dituduh Pakai Nama Palsu

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, PAMEKASAN - Puluhan pemuda Pamekasan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Penegak Kebenaran (Krapak) menggelar demonstrasi ke kantor Komisi Pemilihan Umum, Senin (22/10/2012). Mereka meminta KPU Pamekasan untuk menyampaikan kepada publik tentang penggunaan nama palsu oleh Ketua DPRD Pamekasan Drs. Kholil Asyari. Nama asli Kholil Asyari adalah Halil.

Beberapa poster dibentangkan massa pengunjuk rasa. Ada tulisan, "10 tahun rakyat Pamekasan dibohongi Ketua DPRD Pamekasan (Kholil Asyari/Halil)", "Ketua Dewan kok Tidak Jujur", dan "KPU Jangan Main Mata dengan Kholil Asyari/Halil".

Hasan Basri, koordinator aksi mengatakan, kebijakan yang selama ini dilahirkan oleh DPRD Pamekasan pun patut dipertanyakan. Pasalnya Ketua DPRD Pamekasan sendiri sudah melakukan pemalsuan identitas. "Di ijazahnya bernama Halil tetapi beberapa tahun menggunakan nama Kholil Asyari," ungkap Hasan Basri.

Ditambahkan Hasan, nama Kholil Asyari oleh yang bersangkutan digunakan untuk menandatangani seluruh rangkaian kebijakan di DPRD Pamekasan. Kebijakan tersebut di antaranya Peraturan Daerah, rekomendasi ke Satuan Kerja Perangkat Daerah, surat ke Bupati, pengangkatan staf, undangan dan APBD Pamekasan selama bertahuN-tahun.

"Kebijakan itu wajib ditaati oleh masyarakat, tetapi yang menandatangani ternyata melakukan pembohongan dan pemalsuan identitas," tambah Hasan.

Atas tindakan itu, Hasan menilai tindakan Kholil Asyari sudah mencoreng dan menciderai kehormatan dan kewibawaan DPRD Pamekasan.

Menanggapi hal itu, ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli mengatakan, ijaZah yang dimiliki Kholil Asyari memang berbeda selama ini. "Di ijazah yang disetor ke kami namanya memang Halil, bukan Kholil Asyari," kata Ramli.

Soal pembohongan nama, pihaknya tidak punya kewenangan untuk menanggapinya. "Kami hanya menyeleksi berkas saja dan tidak berwenang untuk memutuskan yang bersangkutan berbohong atau tidak," ungkap Ramli.

Demo ini berakhir dengan aksi meludahi dan menginjak-injak poster bertuliskan "Kholil Asyari Pembohong," oleh peserta aksi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini