News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Serikat Pekerja Blokir Jl Ahmad Yani Surabaya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan buruh dengan mengendarai sepeda motor memasuki ruas jalan Tol Jakarta Cikampek, di Kawasan INdustri Cikarang, Jawa Barat, Jumat (27/1/2012). Mereka melakukan aksi menentang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menggugat keputusan Gubernur Jawa Barat terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK). (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Puluhan buruh kembali mendatangi pusat perbelanjaan Carrefour di Jl. Ahmad Yani, Jumat (2/11/2012) siang. Berbeda dengan  aksi sebelumnya, para buruh kali ini datang dengan jumlah yang lebih besar dan sempat menutup akses Jl Ahmad Yani ke arah Surabaya.

Demonstrasi yang digalang oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KPSI) Surabaya ini merupakan lanjutan dari aksi mereka sebelumnya. Tuntutan yang disuarakan pun masih sama, yakni menuntut kejelasan status karyawan PT Carrefour.

"Pihak Carrefour tak mau mengakui status karyawan Alfa, padahal mereka tetap bekerja di sini," kata Dendy Prayitno, Ketua KSPSI Surabaya.

Menurut Dendy, permasalahan status karyawan ini berawal dari  akuisisi PT Alfa oleh PT Carrefour pada 2008. Saat itu ratusan karyawan dari PT Alfa juga turut dikaryakan di PT Carrefour hanya saja mereka tak mendapatkan pengakuan legal. Padahal mereka tetap bekerja di PT Carrefour sampai sekarang.

Tak hanya itu saja, aksi ini juga menuntut perbaikan upah pada pekerja yang beerstatus 'magang' di PT Carrefour. Sebab status magang itu dalam praktiknya juga diterapkan pada para pencari kerja.

Aksi ini juga menyinggung soal kriminalisasi pengurus SPSI yang merupakan pimpinan unit kerja Carrefour Surabaya. Ia dipolisikan karena melakukan salah penghitungan.

Pantauan Surya, dampak aksi demo kali ini lalu lintas di Bundaran Waru menjadi padat. Bahkan pengendara yang mencoba melewati  jalur alternatif di sekitar lokasi juga turut terjebak kemacetan ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini