News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bank Syariah di Jambi Salip Bank Umum

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala BNI Syariah Cabang Bandung Ida Triana Widowati (kedua kiri) bersama Kepala BNI Syariah Cabang Mikro Astanaanyar Agis Setia Budiman (kanan) menyaksikan seorang teller melayani transaksi keuangan seorang nasabah pada hari pertama seusai pembukaan Kantor Bank BNI Syariah Divisi Bisnis Mikro Area Bandung di Jalan Kopo - Astanaanyar, Kota Bandung, Senin (1/10/2012). Divisi bisnis mikro ini bertujuan membantu masyarakat untuk memperoleh pembiayaan bagi usaha-usaha kecil, seperti pedagang pasar tradisional atau industri rumah tangga dengan Plafon peminjaman untuk setiap nasabah antara Rp 5 juta - Rp 50 juta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Laporan wartawan Tribun Jambi, Deddy Rachmawan

TRIBUNNEWS.COM  JAMBI, – Kinerja perbankan syariah di Provinsi Jambi lampaui prestasi bank umum. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi mencatat sejumlah indikator yang menunjukkan kian cemerlangnya bank syariah.

Indikator itu misalnya terlihat dari kenaikan jumlah aset. “Jumlah aset perbankan syariah tercatat Rp 1,75 triliun. Ini meningkat 40,21 persen lebih tinggi dari peningkatan aset bank umum di Jambi yang sebesar 15,06 persen,” beber Kepala Kantor Perwakilan BI Jambi, Marlison Hakim, Selasa (13/11/2012).

Kata dia, pangsa aset perbankan syariah terhadap bank umum pun menunjukkan peningkatan. Angka yang dirilis BI adalah, dari 5,94 persen di tahun 2011 menjadi 7,24 persen pada September 2012.

Dan ini, tegasnya, lebih tinggi dari pangsa nasional yang 3,90 persen. Pesatnya perkembangan ini tak lepas dari bertambahnya jumlah bank syariah. Sampai saat ini, di Jambi sudah terdapat enam Bank Umum Syariah (BUS) dan satu Unit Usaha Syariah (UUS) dengan jumlah kantor mencapai 34 unit.

Kinerja itu juga tercermin dari Jumlah pembiayaan yang mencapai Rp 1,58 triliun atau meningkat Rp 382,29 miliar (32,03 persen) selama tahun 2012. Marlison bilang, selama ini, penyaluran pembiayaan bank syariah utamanya diperuntukkan bagi pedagang (modal kerja) ataupun pembelian tempat tinggal.

Dari segi penghimpunan dana, DPK bank syariah mencapai Rp 782,16 miliar, meningkat 24,75 persen. “Salah satu kekuatan bank syariah adalah melalui sistem bagi hasil menjadi faktor pendorong relatif baiknya pertumbuhan penghimpunan dana terutama untuk simpanan jangka panjang,” ulas Marlison.

Ke depan, kata dia, perkembangan prospek bank syariah sangatlah besar yang tercermin dari tingginya pertumbuhan beberapa indikator perbankan. Di samping itu, share yang masih relatif kecil menandakan masih luasnya pasar bank syariah yang belum tersentuh.

Namun demikian, BI memberi catatan. Itu adalah tantangan bank syariah, seperti ketersediaan sumber daya manusia (SDM), variasi produk, serta awareness masyarakat terhadap bank syariah.

“Akselerasi perkembangan Bank Syariah tentunya membutuhkan SDM yang berkualitas. SDM perbankan syariah yang berkualitas dapat dipenuhi melalui kualitas pendidikan dan training yang memadai. Variasi produk perbankan Syariah juga perlu terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Terakhir adalah bagaimana meningkatkan awareness masyarakat terhadap perbankan syariah,” paparnya.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jambi beserta dengan bank syariah akan mengadakan ekspo perbankan syariah awal Desember mendatang. “Adanya kegiatan ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan Bank Syariah serta produk-produknya di masyarakat,” tandasnya. (wan)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini