News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PMII Unisma Tak Terima Gus Dur Dilecehkan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bathoegana (kanan) mengadakan jumpa pers untuk membantah terlibat korupsi di Kementerian ESDM yang saat ini kasusnya ditangani KPK, di ruang wartawan DPR, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2011). Sutan disebut oleh terdakwa kasus korupsi pada proyek solar home system (SHS) di Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Ridwan Sanjaya, terlibat bersama pihak dari kepolisian dan kejaksaan bermain dalam proyek yang merugikan negara sebesar Rp 131,2 miliar. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengutuk politisi Demokrat Sutan Bhatoegana yang melecahkan Gusdur, tokoh besar Nahdiyin.

Protes tersebut diungkapkan dalam aksi membakar ban di depan kantor sementara DPRD Kota Malang di gedung Bakorwil di Jalan Simpang Ijen.

M. Hadi, Koordinator Lapangan (Korlap) demonstrasi mengatakan, tuduhan Sutan Bhatoegana yang menyatakan Gus Dur korup sudah melampaui batas. Dan itu membuat hati Nahdiyin tersakiti.

"Pernyataan itu telah menyakiti hati warga Nahdiyin. Karena secara hukum Gus Dur tidak terbukti menerima aliran dana Bulog dan Brunei," ujar M. Hadi,Senin (26/11/2012).

Menurutnya, pernyataan itu, merupakan cara untuk melindungi pemerintah SBY dari isu sebagai rezim korupsi.

Dalam aksinya, para mahasiswa iniĀ  menuntut supaya Partai Demokrat meminta maaf pada kaum Nahdiyin dan juga warga Indonesia terkait pernyataannya tersebut serta memberikan sanksi yang berat terhadap Soetan Bhatoegana.

"Kami beri waktu 2x24 jam untuk meminta maaf, jika hal itu tidak dilakukan maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar dengan massa yang lebih banyak, karena itu sudah mencemarkan nama baik Gus Dur," ujar mahasiswa jurusan manajemen ini.

Selain itu, massa juga menuntut pemerintah untuk menetapkan tanggal 30 Desember sebagai hari pluralisme nasional. Menurut Hadi, tanggal itu merupakan hari wafatnya Gus Dur, yang harus diperingati sebagai hari pluralisme,

"Gus Dur punya peran penting dalam pluralisme di negara kita, jadi harus diperingati, " tuturnya.

Sebelumnya, Sutan Bhatoegana mengeluarkan pernyataan bahwa Gusdur dilengserkan lantaran terlibat skandal korupsi Bulog dan Bruneigatte dalam dialog kenegaraan DPR RI pada Rabu (21/11/2012) lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini