News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lokon Semburkan Abu Vulkanik 3.500 Meter

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gumpalan awan abu vulkanik terlihat di langit Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (21/9/2012). Gunung api Lokon melakukan erupsinya dengan memuntahkan material abu vulkanik setinggi 2500m. Polusi dari abu yang terbawa angin mengancam daerah Manado dan Minahasa Utara. (Tribun Manado/Rizky Adriansyah)

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNNEWS.COM MANADO -- Gunung Lokon kembali meletus, Rabu (28/11/2012) sekitar pukul 10.05 Wita. Letusan kali ini sempat membuat warga panik, sebab lagi-lagi terdengar dentuman sangat keras hingga menggetarkan rumah-rumah warga.

"Abu vulkanik yang keluar akibat letusan Gunung Lokon mencapai ketinggian 3.500 Meter," ujar Suwarno, petugas Pos Pemantau Gunung Lokon kepada Tribun Manado.

Abu vulkanik yang keluar dari Kawah Tompaluan Gunung Lokon, belum menjangkau wilayah Tomohon karena masih berada dalam posisi vertikal ke udara. "Untuk sementara abu vulkanik belum bisa diprediksi akan jatuh kemana, karena masih dalam posisi vertikal ke udara," jelasnya.

Sejak semalam, tanda-tanda akan terjadinya letusan memang sudah terlihat dengan meningkatnya kegempaan pada sesmograf di Pos Pemantau, baik gempa tremor maupun vulkanik. "Supply energi masih terus berlangsung setelah letusan, jadi Warga harus terus berhati-hati, dengan tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya 2,5 Km atau mendaki hingga ke puncak," tuturnya.

Di Tinoor Kecamatan Tomohon Utara menurut Oscar Lolowang, terjadi kepanikan karena warga mendengar dentuman keras akibat letusan Gunung Lokon. "Kami sampai berhamburan keluar rumah, karena kami kira ada bom meletus seperti d Hirosima Jepang," katanya.

Di Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah juga terdengar dentuman akibat letusan. "Saya terkejut karena mendengar letusan keras, dikira bom ternyata Gunung Lokon yang meletus," ungkap Ruddy Pitoy, warga Kolongan Lingkungan 1. (War)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini