News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pelabuhan Takalar Segera Ditenderkan

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pelabuhan barang

"Sedangkan untuk kapasitasnya satu juta pengunjung dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan," katanya.

Keresahan Pedagang

Rencana pemindahan terminal pelabuhan penumpang dari Makassar ke wilayah Perairan Takalar mengundang keresahan pedagang yang sehari-hari mangkal di Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Sejumlah pedagang mengaku, aktivitas di pelabuhan penumpang itu adalah satu-satunya sumber mata pencaharian mereka.

Bukan hanya pedagang yang merasakan dampak tersebut tetapi para. penguna jasa pengangkut penumpang seperti Daeng Becak pun akan kehilangan pencaharian.

Selain itu, dampak juga dirasakan bagi penumpang, sebab jarak tempuh yang sebelumnya dekat bisa menjadi jauh karena lokasih pelabuhan di Takalar.

"Kami tidak setuju dengan adanya perpindahan ini, sebab dagangan kami tidak akan laku karena jumlah pengunjung di sini akan sepih," ujar Ade irwan, salah seorang PKL di pelabuhan.
Ade mengaku memilih pulang kampung jika perpindahan pelabuhan itu benar-benar terjadi .

"Mungkin mencari lokasi baru, di kampung. Apalagi kalau tidak ada lokasi baru yang disediakan pemerintah yang lebih strategis," katanya.

Menurut Ade, wacana pemindahan pelabuhan itu menjadi perbincangan hangat di kalangan PKL, kemarin. Mereka berharap pemerintah tidak meninggalkan mereka seiring "kepergian" terminal penumpang itu.

Pasar Butung

Aktivitas "perdagangan" di kawasan Jl Nusantara, Makassar, juga diperkirakan akan surut dengan perpindahan terminal penumpang itu.

Bahkan, "kejayaan" Pasar Butung kemungkinan akan ikut terpengaruh. Selama ini, penumpang kapal menjadi salah satu sumber pemborong barang dagangan paling empuk di pasar lokal ini.
Yuniar, salah satu pedagang Pakaian di Pasar Butung, mengatakan, pembeli pakaian kebanyakan dari penumpang kapal dari luar daerah. "Penumpang kapal selalu membeli dalam jumlah besar. Kalau pelabuhan ini pindah, tentu bisa menurunkan omzet kami," kata Yuniar.

Pemerihati Pasar Lokal, Zainal Siko, berharap pemerintah menyiapkan alternatif untuk menghindari terjadinya pemiskinan baru akibat kebijakan tersebut.

"Tolong, jangan tinggalkan pedagang lokal. Jangan biarkan mereka menghadapi perjuangan berat tanpa uluran tangan pemerintah. Mereka sudah terlalu sering dikorbankan," ujar Zainal.(cr6/edi/ana)

Baca   Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini