News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Golkar Anggap Demokrat Tetap Pesaing Terberat

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politikus Akbar Tanjung tampak hadir dalam acara resepsi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dan Siti Rubi Alya Rajasa, di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11/2011). Edhie, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan Alya, putri Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, menikah pada 24 November lalu, di Istana Cipanas, Jawa Barat. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Kasus korupsi yang menimpa sejumlah politisi Partai Demokrat semakin melecut Partai Golkar untuk memenangkan Pemilu 2014 mendatang. Sebab, berbagai pucuk pimpinan Demokrat yang tersandung korupsi membuat kepercayaan masyarakat semakin menurun dan bisa jadi mengalihkan pilihan.

“Memang Demokrat saat ini sedang ada banyak masalah, salah satunya isu korupsi. Tapi kami memandang Demokrat tetap sebagai pesaing terberat untuk Pemilu 2014 mendatang,” Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung saat berada di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (19/12/2012).

Akbar mengaku selama ini terus memantau perkembangan partai yang dipimpin oleh Anas Urbaningrum itu. Namun ia tak mau sesumbar bahwa permasalahan yang ada di Demokrat pasti akan mendongkrak Golkar. “Kami tak mau kelamahan, kekurangan, dan masalah di partai lain dijadikan alasan untuk peluang besar. Yang jelas kami semakin yakin bisa menang,” ujarnya.

Menurut Mantan Ketua DPR RI ini, kesuksesan Golkar untuk memenangkan Pemilu 2014 bukan karena faktor partai lain melainkan karena rumusan yang telah dibuat dalam Munas. Satu diantaranya adalah Catur Sukses yang diamanatkan pada Munas Golkar dan harus dijalankan oleh kader.  “2014 nanti, Golkar akan fokus pada legeslatif dulu. Kalau legeslatif menang, Pilpres pasti juga begitu,” katanya.

Saat ini Golkar bukan tanpa masalah. Tingkat elektabilitas Abu Rizal Bakrie yang diusung Golkar sebagai Calon Presiden (Cepres) dinilai masih sangat minim. Saat ini elektabilitas Ical masih berada dibawah elektabilitas Golkar. Padahal, seharusnya elektabiltas capres harus lebih tinggi dari pada elektabilitas partai. “Kita tunggu sampai Juni 2013 nanti. Kalau elektabilitas masih juga rendah, akan kita pikirkan langkah selanjutnya,” kata Akbar.

Politisi 67 tahun ini menegaskan Golkar tak akan bersedia menampung Ruhut Sitompul yang kabarnya akan didepak oleh Demokrat. Meski Ruhut adalah mantan kader Pohon Beringin yang pindah ke Partai Biru, pintu sudah tertutup. “Golkar tak akan tampung Ruhut kalau dia dikeluarkan dari Demokrat. Apalagi dia punya latar belakang masalah di Demokrat,” ujarnya

Baca Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini