* Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
TRIBUNNEWS.COM, OELAMASI--Meski baru digunakan selama satu tahun, gedung DPRD Kabupaten Kupang sudah mengalami kerusakan parah. Kerusakan parah terutama pada plafonnya yang jebol. Hal ini terjadi karena atap gedung bocor hingga terjadi rembesan air hujan di plafon.
Ada 27 lubang besar menghiasi plafon di lantai dua pada gedung yang dibangun menghabiskan dana APBD 2010 senilai Rp 16 Miliar. Diameter lubang plafon yang jebol antara 1 meter hingga 3 meter lebarnya. Sedangkan lubang kecil sebesar kepala orang dewasa mencapai puluhan lubang.
"Mau bilang apa lagi? Gedung dibangun mahal-mahal menggunakan uang rakyat, ternyata sudah mengalami kerusakan parah," jelas Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Melitus Ataupah, Senin (21/1/2013) siang.
Ataupah berharap eksekutif tidak menutup mata terhadap kerusakan yang terjadi. Dan diharapkan segera diperbaiki secepatnya. "Itulah adik wartawan. Ini fakta tentang kualitas kerja kontraktor. Atap gedung senilai Rp 16 miliar itu, ternyata mengalami kebocoran di mana-mana. Saya tidak tahu mau bilang apa?" tukas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kupang, Robby Manoh, Senin siang.
Ia menduga sudah terjadi 'kebocoran' dana proyek sebelum gedung dibangun. Untuk menutupi 'kebocoran' dana proyek, maka kontraktor melakukan tambal sulam di sana-sini. Dampaknya, kualitas pekerjaan proyek dikorbankan. Mutu gedung sangat jelek, atap bocor di sana-sini.
"Nanti dalam Sidang Paripurna I Masa Sidang I DPRD Kabupaten Kupang dalam minggu ini, Fraksi Golkar akan mempertanyakan kualitas proyek gedung DPRD Kupang senilai Rp 16 miliar itu. Masak baru digunakan satu tahun, plafonnya sudah ambruk di sana-sini," jelas Manoh.
Beberapa tamu yang berkunjung di lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Kupang di Oelamasi, Senin siang, tampak terhenyak kaget melihat plafon gedung rakyat yang megah itu bolong dan ambruk di berbagai tempat.
Pantauan Pos Kupang, ada 27 lubang besar. Sedangkan sisanya puluhan lubang sebesar kepala manusia dewasa. Warna plafon berubah kehitaman dan hijau berlumut akibat rembesan air hujan dari atap gedung yang bocor.
Ada lubang besar di beranda sebelah timur lantai 2, berdiameter antara 2 meter sampai 3 meter. Dua lubang besar lainnya menganga di sebelah timur selasar menuju ruang komisi di lantai 2. Berikutnya, persis di atas pintu masuk ruang kerja Wakil Ketua 1 DPRD Kupang, dua lubang besar menganga dengan ukuran 2 meter lebih. Di ruang rapat fraksi-fraksi dan di ruang sidang utama, lubang plafon menganga lebar. Rembesan air hujan menetes dan membasahi lantai keramik.
Baca Juga :
- Nekat, Pencuri Satroni Rumah Jenderal Polisi 19 menit lalu
- Ganja yang Diamankan Kualitas Bagus 25 menit lalu
- Dimassa Warga Akibat Curi Rokok 39 menit lalu
- Perahu Dirusak, Nelayan Kupang Tuntut Australia Rp 2,5 Miliar 44
Baca tanpa iklan