News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Imlek 2013

Imlek Terancam Tanpa Jeruk

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung memilih buah jeruk lokal di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (26/6). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menegaskan pembatasan impor holtikultura termasuk buah-buahan membuka peluang bagi pelaku lokal untuk meningkatkan produksinya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Faktor cuaca
Kadisperindag Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui kondisi cuaca belakangan ini lebih mempengaruhi distribusi beberapa komoditi barang di Batam, termasuk produk produk impor. Di antaranya sayur mayur maupun buah buahan impor.
 
"Memang melalui hasil monitoring tim kami yang turun dua minggu sekali, harga harga beberapa komoditi sudah naik di pasar. Termasuk buah buahan import ini. Kalau dilihat dari situasi terkini, betul itu karena persoalan cuaca," beber Amsakar malam tadi. Namun demikian, untuk distribusi stok di Batam, ketentuan tata niaga diakui menjadi faktor yang cukup signifikan.

Bagaima sikap Pemko Batam? "Masalah impor hortikultura ini yang paling penting menurut saya yah kita harus mendudukan dulu regulasinya. Dan bicara soal itu, adanya pada ranah institusi. Ekspor impor ini kebijakannya bukan pada kami," kata Amsakar.

Setelah sebelumnya sempat ada multitafsir pada Permendag dan Permentan, Amsakar berpendapat bahwa jika persoalan kebijakan ini dapat selesai tentu tidak akan berdampak. Bahkan jika ekspor import itu dibuka pun, tidak berarti langsung hasil pertanian petani Indonesia mati.

"Di lain sisi kita mengerti semangat yang diusung Permendag dan Permentan itu. Tapi jangan sampai ada satu kebijakan yang bakal berimplikasi buruk terhadap kebijakan lainnya," tegasnya.

Saat ini, buah buahan impor masuk ke Batam melalui kargo bandara. Tetapi ada juga yang melalui pintu masuk lainnya.

"Pintu masuknya banyak, bisa dari Jakarta, Medan, dan lainnya. Tapi utamanya dari kargo bandara untuk sayur dan buah import itu. Kalau soal tata niaga ini sudah selesai, saya rasa persoalan banjir di Jakarta, atau cuaca hujan tidak akan terlalu berpengaruh pada distribusi produk hortikultura import ini," jelasnya. (tik/adi/ane)

Baca  Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini