News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Malaysia Sering Tolak Sawit Petani Sebatik

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah warga mengangkut tandan buah sawit (TBS) di Sungai Lalaesalo, Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. TBS ini dijual ke Tawau, Sabah, Malaysia secara tradisional.

Belum lagi para pemilik pabrik di Nunukan masih membeli TBS dengan harga yang jauh dari ketetapan pemerintah. Setiap kilogram TBS hanya dihargai Rp900 untuk semua usia tanaman. Pemilik pabrik beralasan, kualitas sawit tak seperti yang diharapkan.

Sebagai perbandingan, di Kaltim harga TBS pada Agustus 2012 berdasarkan ketetapan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mencapai Rp1.022,36 perkilogram untuk tanaman umur 3 tahun, Rp 1.100,46 perkilogram untuk tanaman berusia 4 tahun, Rp1.180,93 perkilogram untuk tanaman berusia 5 tahun, Rp1.222,18 perkilogram untuk tanaman berusia 6 tahun, Rp1.264,16 perkilogram untuk tanaman berusia 7 tahun, Rp1.305,42 perkilogram untuk tanaman berusia 8 tahun, Rp1.347,40 perkilogram untuk tanaman berusia 9 tahun serta Rp1.389,97 perkilogram untuk tanaman berusia lebih dari 10 tahun.

Saharuddin hanya berharap, Pemkab Nunukan mau memperhatikan nasib para petani sawit di Pulau Sebatik. Salah satu solusi, menarik investor untuk membangun pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Pulau Sebatik. Tentunya jika pabrik berdiri, harga TBS yang diperoleh petani juga bisa lebih baik. "Minimal bisa hemat diongkos angkut," ujarnya.

Baca   Juga  :

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini