News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mbah Surip Ditemukan Tersangkut Sampah Bambu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi mayat

Laporan dari sudarmawan wartawan surya

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - MADIUN - Mbah Surip (70) warga RT 08, RW 02, Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, akhirnya ditemukan, Rabu (30/1/2013) dini hari.

Namun, karena kondisi lokasi gelap gulita dan korban berada di kedalaman sekitar 4 meter, akhirnya jenasahnya baru diambil pagi hari.

Salah seorang anggota tim SAR yang juga anggota Orari Kota Madiun, Sukirun menjelaskan, butuh banyak orang untuk mengevakuasi korban yang tersangkut sampah bambu di Kali Piring itu.

"Makanya, jenasah baru kami ambil pagi ini. Karena kami yakin paginya jenasah tidak akan kemana-mana karena tersangkut rerimbunan sampah bambu," terangnya kepada Surya, Rabu (30/1/2013).

Kapolsek Wungu, AKP Heru Kun mengatakan, usai dievakuasi dan diotopsi tim medis dan identifikasi Polres Madiun, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Luka di kaki kiri korban karena tersangkut sampah bambu.

"Rencananya, usai diotopsi jenasah akan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lokasi kerja korban sebagai penjaga dan juru kunci makam," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mbah Surip diduga terpeleset dan terjebur Kali Piring saat membenahi jembatan darurat dari bambu menuju TPU Desa Tempursari, Senin (28/1/2013) petang.

MADIUN - Mbah Surip (70) warga RT 08, RW 02, Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, akhirnya ditemukan, Rabu (30/1/2013) dini hari.

Namun, karena kondisi lokasi gelap gulita dan korban berada di kedalaman sekitar 4 meter, akhirnya jenasahnya baru diambil pagi hari.

Salah seorang anggota tim SAR yang juga anggota Orari Kota Madiun, Sukirun menjelaskan, butuh banyak orang untuk mengevakuasi korban yang tersangkut sampah bambu di Kali Piring itu.

"Makanya, jenasah baru kami ambil pagi ini. Karena kami yakin paginya jenasah tidak akan kemana-mana karena tersangkut rerimbunan sampah bambu," terangnya kepada Surya, Rabu (30/1/2013).

Kapolsek Wungu, AKP Heru Kun mengatakan, usai dievakuasi dan diotopsi tim medis dan identifikasi Polres Madiun, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Luka di kaki kiri korban karena tersangkut sampah bambu.

"Rencananya, usai diotopsi jenasah akan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimandikan dan segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) lokasi kerja korban sebagai penjaga dan juru kunci makam," tandasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini