News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Gubernur Jabar

Penambahan Puskesmas Jadi Prioritas

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat saat undian penetapan nomor urut pasangan di Gedung Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2012). Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat menetapkan lima pasangan cagub-cawagub pada Pilkada Jawa Barat adalah Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Dede Yusuf-Lex Laksamana, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki, Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim, dan satu-satunya pasangan independen, yakni Dikdik Mulyana Arif Mansyur-Cecep NS Toyib. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

TRIBUNNEWS.COMĀ  BANDUNG- Sebagian besar calon gubernur Jawa Barat 2013 - 2018 menilai bahwa sektor kesehatan di Jabar masih kurang memadai. Di mata mereka, masih banyak pekerjaan rumah pemimpin Jabar ke depan untuk memperbaiki bidang kesehatan yang masih belum maksimal bahkan banyak kekurangan.

Cagub nomor urut dua, Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin alias Yance mengatakan salah satu sektor utama yang harus dibenahi gubernur Jabar ke depan adalah Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih di bawah provinsi lain. Salah satu dari tiga nilai IPM itu adalah kesehatan, selain pendidikan dan daya beli masyarakat.

Salah satu sektor kesehatan yang dicanangkan Yance, jika terpilih menjadi gubernur Jabar adalah menggelar pengobatan gratis di setiap Puskesmas dan di setiap Kelas III rumah sakit bagi keluarga tidak mampu. Tidak hanya itu, hal lain yang disorot Yance adalah masih simpang siurnya kebijakan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang selalu tumpang tindih antara kabupaten/kota dengan provinsi.

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah anggaran kesehatan yang akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara rinci, Yance memastikan bahwa program kesehatan yang ada dalam blue print kebijakannya akan berpihak kepada warga kecil dan tidak mampu.

"Kesehatan itu adalah hak dasar bagi siapapun, tidak boleh dipilah-pilah atau dibeda- bedaan, terutama bagi warga tidak mampu," katanya.

Selain akan memberikan pengobatan gratis kepada warga tidak mampu, Yance juga mencanangkan programĀ  peningkatan kualitas kesehatan masyarakat agar terlayani dengan baik dan cepat.

"Salah satu di antaranya adalah dengan membuat lembaga yang dapat memproteksi sektor kesehatan warga Jabar. Kalau saya jadi Gubernur, semua warga Jabar dipastikan mendapat jaminan kesehatan, tanpa kecuali. Tidak usah pakai kartu-kartuan. Itu (anggaran jaminan kesehatan) sudah terukur dan sudah kami hitung. Dengan KTP Jabar saja, warga dapat berobat gratis," ujarnya.

Di tempat terpisah, Cawagub Teten Masduki menyoroti beberapa kekurangan yang perlu dibenahi di Jabar terkait dengan bidang kesehatan yaitu perlunya penambahan Puskesmas, dokter ahli kandungan serta pembenahan program Jamkesmas.

"Jabar sendiri saat ini mengalami kekurangan kira-kira 1.000 Puskesmas, kekurangan dokter ahli kandungan dan program Jamkesmas yang masih carut-marut dan belum bsia dirasakan oleh semua warga kurang mampu," kata Teten.

Ia pun berjanji memperbaiki program Jamkesmas agar bisa dinikmati warga tidak mampu secara menyeluruh tanpa kecuali.

Untuk itulah, kata Teten, pihaknya membuat program bernama Kartu Jabar Bangkit yang salah satunya mencakup sektor kesehatan.

"Data yang diambil dari Kartu Jabar Bangkit itu adalah by name by adress yang dijamin tingkat akurasinya. Tidak akan ada lagi warga yang salah didata," ujarnya.

Untuk membenahi bdang kesehatan, Teten sendiri mengaku secara resmi siap menganggarkan bidang kesehatan minimal 10 persen dari APBD provinsi dan kabupaten/kota.

"Kalau tepat sasaran dan digunakan murni untuk kegiatan utama bidang kesehatan, pasti cukup memadai, di luar pembangunan puskesmas," katanya.

Secara terpisah, Ketua Tim Sukses Aher-Demiz, Imam Budi Hartono, mengatakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat, Ahmad Heryawan akan meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi, juga revitalisasi posyandu.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini