"Sebelum masuk ke rumah sakit, kami juga mempunyai tanggungan di Palang Merah Indonesia. Ayah saya membutuhkan 10 kantong darah. Kami baru mampu membayar tujuh kantong. Setiap kantong Rp 250 ribu. Kami bayar secara mencicil. Kami berharap, biaya dapat digratiskan karena memang tidak punya uang," ucap dia.
Meskipun ayahnya meninggal, Alex tetap memiliki harapan bagi pelayanan kesehatan di RSUD Muntilan dapat diperbaiki. "Harapan kami agar kejadian ini tidak terjadi pada orang yang tidak mampu lainnya," jelasnya.
Baca tanpa iklan