Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM MELAWI, -Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Melawi Safri Nasution mengaku prihatin dengan kasus pembuangan bayi di dalam ember yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Asrama Desa Tanjung Niaga beberapa hari lalu.
Nasution mengatakan, tidak semestinya hal tersebut terjadi jika anak itu mempunyai bekal agama yang memadai, baik itu dari orang tua maupun dari tempat dia belajar.
“Seorang anak yang melakukan tindakan seperti itu karena mereka tidak memiliki bekal agama yang cukup, ini adalah tugas orang tua dan pendidik, supaya anak tidak melakukan tindakan yang menyimpang,” tegasnya.
Lebih lanjut Kata Nasution, jangankan untuk membunuh anaknya sendiri, untuk melakukan hubungan di luar nikah seorang anak juga akan berfikir panjang jika mereka mempunyai bekal agama yang cukup. Namun karena mereka tidak mempunyai itu akhirnya mereka menjadi terjerumus.
“Dalam agama manapun jellas bahwa melakukan jinah itu dilarang sebab dampak yang ditimbulkan sangat besar. Kalau kita melanggar ketentuan agama jadinya seperti ini bukan hanya mereka rugi di dunia namun juga diakhirat nanti,” jelasnya.
Kata Nasution orang tua sudah selayaknya memberikan control yang baik kepada anak-anaknya apalagi mereka yang jauh dengan rumah, hendaknya mereka benar-benar memberikan kepercayaan kepada pihak yang ditempatinya.
“Anak-anak harus diberi kesibukan yang positif supaya mereka bisa menghindari pergaulan yang tak layak, dan bisa berteman dengan teman yang baik,” tegasnya.
Sebelumnya wakil ketua DPRD Melawi Kluisen juga mengatakan hal serupa, kata dia peran orang tua terhadap anak sangatlah penting terutama mengontrol pergaulan mereka di luar rumah supaya anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan yang tidak dibenarkan oleh agama dan hokum. (ali)
Baca Juga :
Baca tanpa iklan