Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Warga masyarakat Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Belu, Rabu (17/4/2013), sekitar pukul 09.00 Wita, digemparkan dengan penemuan mayat misterius di Hutan Banhey.
Korban yang tidak diketahui jenis kelamin dan daerah asalnya itu sudah dalam kondisi mengenaskan, tinggal tengkorak. Kuat dugaan korban dibawa banjir sehingga terdampar di pinggir kali sehingga ditemukan warga sekitar Kali Benenain.
Kapolsek Weliman, Iptu Kahar Abdul Wahab, ketika dikonfirmasi Pos Kupang ke Weliman, DOB Malaka, Jumat (19/4/2013), membenarkan penemuan mayat misterius itu.
Kahar mengungkapkan, penemuan tengkorak manusia di Hutan Banhey ini bermula dari warga yang melintasi kawasan itu melihat semacam kerangka manusia. Kondisi sudah sangat mengenaskan dan diduga kuat sudah meninggal terbawa arus Sungai Benenain beberapa hari sebelumnya.
Atas penemuan tengkorak itu, warga kemudian melaporkan ke Polsek Weliman untuk dilakukan penyelidikan dan mencaritahu nama dan alamat korban. Setelah dicaritahu di desa-desa yang ada di sepanjang bantaran Kali Benenain, ternyata tidak ada yang mengenalnya.
"Memang kondisi mayatnya tinggal tulang dan tengkorak. Kita tidak tahu apakah jenis kelamin laki atau perempuan. Kami bersama warga kemudian mengevakuasi korban untuk dititipkan di Puskesmas Webua untuk selanjutnya dikuburkan. Rencananya Sabtu (20/4/2013) dilakukan penguburannya," kata Kahar.
Hal senada diutarakan Camat Weliman, Gabriel Seran. Menurutnya, dia diinformasikan oleh Kapolsek Weliman bahwa ada penemuan mayat tanpa identitas. Atas penemuan itu, dirinya meminta polisi mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk memastikan sebab-sebab kematian korban, namun kondisi mayat tinggal tulang tentunya langkah yang diambil adalah menguburkannya secara layak.
Baca tanpa iklan