"Iya, kini anggota masih mencarinya karena ciri-ciri truknya sudah dikenali," ungkapnya.
Diperkirakan, Khusnul Khotimah tewas dengan luka parah pada kepalanya itu karena saat kejadian itu duduk sebelah kiri dan sambil memangku anaknya, Febrian, sedang anak satunya duduk di antara dirinya dan bapaknya, yang sedang mengemudi.
"Sesuai pengakuan Imam, istrinya dengan reflek sempat melempar anaknya yang sedang dipangkunya ke dia (Imam) sesaat sebelum kejadian. Akhirnya, anaknya selamat," ungkapnya.
Sebelum mobil pik up itu dibawa ke Polsek Udan Awu, isinya, di antaranya Majalah Boladipindahkan ke mobil lain, yang datang dari Kediri.
Baca tanpa iklan