News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

BI Rate Naik, Permintaan Tipe Rumah Bergeser

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengunjung memperhatikan maket apartemen dan perumahan dalam pameran proyek-proyek Agung Podomoro, di Senayan, Jakarta, Jumat (23/8/2013). Menurut REI melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar dianggap tidak akan terlalu besar mempengaruhi pasar properti di Indonesia. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pengembang properti di Sumut saat ini sedang dalam tahap melihat dan menunggu untuk membangun proyek properti pascanaiknya suku bunga acuan oleh BI.

"Saat ini pengembang sedang wait and see," ujar ketua DPD REI Sumut, Tomi Wistan kepada Tribun, Jumat (30/8).

Kenaikan BI Rate walau pun tidak memiliki pengaruh signifikan namun tetap berdampak. Dampak yang disebabkan yakni turunnya daya beli masyarakat karena tingkat suku bunga perbankan otomatis akan naik. "Otomatis kredit akan naik kalau BI rate naik," ujarnya.

Selain turunnya daya beli, kemungkinan lain yang terjadi yakni adanya pergeseran permintaan tipe rumah yang dinginkan masyarakat karena menyesuaikan dengan penghasilan akibat naiknya suku bunga bank.

"Bila awalnya konsumen mengincar rumah dengan kisaran harga Rp 750 juta kemungkinan akan bergeser menjadi tipe lebih rendah atau dengan harga Rp 500 juta. Harusnya tipe besar menjadi tipe kecil," ujarnya.

Namun menurutnya, para pengembang awalnya sudah melihat trend tersebut sehingga sebahagian sudah mulai membangun rumah dengan ukuran kecil.

Naiknya suku bunga acuan menurut Tomi tidak membuat pengembang berhenti membuat rumah namun untuk sementara menghentikan pembangunan rumah untuk jenis cluster.

Tomi berharap dengan naiknya suku bunga acuan tidak serta merta membuat suku bunga naik. Ia berharap pemerintah bijak untuk tidak serta merta menaikkan suku bunga.

"Jangan naik dulu lah. Kasih masyarakat bernapas dulu. Toh saat ini perekonomian AS sudah mulai membaik sehingga rupiah akan kembali normal. Lagian 50 basis poin itu tidak besar, jangan buru-buru dinaikkan," ujarnya.(cr4)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini