Untuk menekan biaya produksi karena naiknya harga pakan, Kaulani mengaku pernah mencoba mengganti pakan dengan jenis pakan lain yang harganya lebih murah.
Namun, upayanya agar keuntungan tetap bisa diperoleh malah berujung kerugian.
"Ketika pakan diganti malah hancur. Sebab, dengan pakan yang lebih murah itu, produktivitas telur jauh menurun. Jadi akhirnya kembali ke pakan asalnya yang harganya terus naik," ujar dia.
Baca tanpa iklan