News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mahasiswa Korban Penikaman di UMI Meninggal

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,  - Radit alias Tri Saputra (21), mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang menjadi korban penikaman, meninggal dunia saat dirawat di ruang ICU RS Wahidin, Makassar, Kamis ( (21/11/2013).

Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 2010 itu meninggal dunia akibat luka tikaman di bagian pinggang kanannya.

Pembantu Rektor (PR) III, Achmad Gani yang dihubungi membenarkan kejadian itu. "Sekitar pukul 10.30, Radit meninggal disaat tengah menjalani perawatan dan rencananya jenazahnya akan langsung di bawa ke kampung halamannya di Polewali Mandar, Sulbar," katanya.

Achmad mengatakan penikam Radit merupakan mahasiswa UMI, namun dia belum mengetahui identitas pelaku maupun mahasiswa-mahasiswa yang kini dicari polisi.

"Barusan saya dapat info dari kepolisian kalau pelaku diidentifikasikan adalah seorang mahasiswa kami, kalau memang itu terbukti maka kami akan menindak tegas para pelaku dengan mengembalikan ke orang tuanya," tegasnya.

Lanjut Achmad, untuk menghindari upaya aksi balas dendam, pihak kampus akan melakukan pertemuan dengan mahasiswa maupun alumni yang akan dilakukan hari ini.

Saat ini di kampus UMI terlihat sejumlah petugas gabungan dari TNI, polisi dan petugas keamanan kampus melakukan penjagaan ketat di dalam kampus. Sementara itu, sejumlah mahasiswa dari rekan korban masih bersiaga dengan membawa senjata tajam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu siang seorang mahasiswa Fakultas Hukum, Radit alias Trisaputra (21) dilarikan ke RS Ibnu Sina dan kemudian dirujuk ke RS Wahidin setelah pinggang bagian belakannya ditikam oleh sekelompok pemuda tepat di depan fakultasnya.

Pasca-penikaman itu, suasana di kampus hijau tersebut mencekam. Sejumlah rekan korban langsung menyisir kampus. Wartawan maupun mahasiswa dilarang mengabadikan penyisiran tersebut.

Kemudian Rabu sore, mahasiswa UMI yang tengah bersantai di halaman kampusnya, tiba-tiba diserang oleh sekelompok pemuda dari luar universitas. Serangan sekelompok pemuda itu dapat dipukul mundur oleh mahasiswa UMI. Saat menghadapi penyerang, para mahasiswa membawa senjata tajam seperti parang, celurit, panah dan batu.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian itu, puluhan anggota kepolisian gabungan dari Polsek Panakukang dan Polrestabes Makassar yang dilengkapi dengan senjata, menjaga ketat sekitar kampus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini