Sedangkan beberapa teman Ahmad yang ditempatkan mengajar di pulau-pulau lain yang masih wilayah Raja Ampat, lebih 'keras' tantangan kehidupannya. Karena di beberapa pulau tersebut belum diterangi listrik.
"Tapi kami semua bangga masih bisa memberi sebagian masa hidup kami untuk mengajar anak-anak di pulau-pulau terpencil, terluar, dan terbelakang dari Indonesia," ucapnya dengan nada bersemangat. (*)
Baca tanpa iklan