News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saat Seniman Street Art dan Perajin Keramik Berkolaborasi

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Beberapa bentuk celengan ini lazim ditemui di lapak penjaja gerabah, yakni ayam, kelinci, kodok, dan bebek. Produk keramik seperti asbak, pigura foto dan vas bunga juga hampir pasti dijajakan oleh toko-toko di sentra industri keramik.

Variasi bentuk dan fungsi dari produk keramik dan gerabah ini, belakangan mulai menunjukkan tren positif mengikuti budaya pop masa kini. Di satu sisi, desain awal masih dipertahankan untuk menandai terjadi evolusi bentuk produk dari gerabah dan keramik ini.

Tak banyak pemerhati perkembangan karya seni yang dibuat dari bahan tanah liat ini. Boleh dibilang, generasi muda sekarang urung menggeluti bidang kreatif yang sebenarnya menjanjikan secara ekonomi. Entah karena kehabisan ide atau justru merasa ketinggalan zaman.

Hal ini mengusik pemerhati dan pegiat perkembangan produk keramik dan gerabah hingga akhirnya membuat sebuah program bernama Indoartamiks. Program ini adalah berupa kegiatan ekstra kurikuler eksperimental yang saat ini dijalankan di SMK 1 ROTA Bayat, Klaten.

Dalam program ini, beberapa seniman street art dari Yogyakarta diajak berkolaborasi. Tujuannya adalah untuk berbagi ide yang diharapkan bisa menginspirasi para siswa yang notabenennya tinggal di Desa Pagar Jurang, salah satu sentra industri keramik.

"Ini adalah proyek keempat, kali ini kami menggandeng seniman street art Yogya, Rio Setia Monata alias Loronk Kosonk, di proyek sebelumnya ada Adit Here-Here, Metodus, Fendi, Isyrol Media Legal. Dalam program yang dikemas sebagai kegiatan ekstrakurikuler ini, Rio menjadi mentor para siswa yang terpilih mengikuti program ini," ujar Program Koordinator ROTA (Rich Out To Asia), Nila Yuni.

Nila menjelaskan, proyek # 4 kali ini bertajuk "Toko Pop-Up ". Dimana memang fokus pada kreatifitas dan kewirausahaan untuk menciptakan sebuah "pop up shop" dari awal ide - hingga akhir eksekusi. Siswa belajar dalam workshop yang digawangi oleh Rio sebagai seniman.

Dalam workshop yang sudah berjalan selama tiga bulan dari dua tahun rencana program ekstrakurikuler ini, siswa diajak untuk bereksperimen meliputi brainstorming dan prototyping, serta melakukan eksekusi tentang bagaimana merancang ide, membuat produk, merchandise, kemasan, memberi merk, serta memasarkan produk mereka untuk pasar.

Program Director, Indoartamiks, menambahkan, sebenarnya tak hanya keramik, para siswa ini juga diajari bagiaman membuat sebuah produk tekstil, khususnya batik yang memiliki desain unik, khas dan memiliki karakter lokal yang kuat.

"Mereka para siswa harus bisa membuat produk keramik atau tekstil yang berkarakter. Jangan meniru produk mainstream, harus dari ide sendiri," ujar perempuan asal New York Amerika Serikat ini.

Melanie berkisah, awal dari program ini adalah lewat obrolannya dengan ibu-ibu di Desa Pagar Jurang, Bayat soal membuat produk yang bisa menembus pasar global, kendati produk mereka adalah handmade. Setelahnya, ada beberapa siswa yang tertarik dengan obrolan tersebut. Hingga akhirnya Melanie pun merespon semangat membuat produk lokal yang memiliki nilai seni maupun nilai ekonomi ini dengan program yang sekarang tengah berjalan.

Ide menggandeng seniman steert art pun muncul dibenak Melanie. Ia sejak awal kedatangannya ke Yogya mengaku takjub dengan karya-karya steert art. Pikirnya, mengapa ide para seniman ini tak diaplikasikan saja dalam disiplin seni lainnya.

"Aku memang sejak awal tertarik steert art di Yogya. Lalu aku ajak seniman steert art untuk berkolaborasi, supaya produk-produk keramik yang tadinya mungkin monoton, bisa memiliki desain baru yang berkarakter dan bisa menembus pasar global," ungkap Melanie.

Program ini sendiri sudah berjalan selama satu tahun dari dua tahun yang direncanakan. Produk-produk keramik dan tekstil hasil kolaborasi ide antara para siswa dan Rio sebagai seniman street art bisa disaksikan dalam pameran yang digelar di Tirana House Jalan Suryodiningratan 55 Yogyakarta, mulai 30 November hingga 14 Desember mendatang.(*)
Penulis: yud

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini