Lokasi penutup ini dipercaya sebagai tempat Raden Wijaya meletakkan batu pertama pembangunan Kerajaan Majapahit dan melepas burung merpati putih.
Di petilasan pendiri Majapahit ini, Bahar mengaku dalam hati berjanji akan berusaha melaksanakan pranatan adil atau menegakkan keadilan saat menjadi anggota dewan. "Selain itu, sejak awal dirinya mencalonkan bersikap ikhlas, pasrah dan lillahi taala," katanya.
Menurut Bahar, semua ritual dilakukan dengan meditasi.
"Saya memanjatkan doa dengan membaca Surat Al Fatikah. Dari doa-doa itu kami semakin percaya diri menghadapi persaingan pada pemilu legislatif," ungkapnya.
Baca tanpa iklan