News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

KA Malabar Anjlok

Penumpang Malang Tujuan Bandung Diangkut Kereta Darurat

Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas berusaha mengevakuasi gerbong Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang yang terguling masuk jurang akibat tanah longsor, di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (5/4/2014). Kecelakaan kereta api yang terjadi pada Jumat (4/4/2014) petang tersebut mengakibatkan 3 orang penumpang tewas, 2 orang mengalami luka berat, 35 orang luka ringan, dan sekitar 200 orang penumpang lainnya selamat. Super Ball/Feri Setiawan

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Pascaanjloknya Kereta Api Malabar Jurusan Bandung-Malang, di ruas Ciawi-Cirahayu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014), jadwal keberangkatan penumpang dari Stasiun Kota Baru Malang menuju Bandung tidak mengalami gangguan, Sabtu (5/4/2014).

Kepala Stasiun Kota Baru Malang, M Sofyan mengatakan, seluruh penumpang yang telah membeli tiket KA Malabar untuk keberangkatan dari Malang menuju Bandung pukul 12.45 berangkat sesuai jadwal. Namun, kereta yang mengangkut mereka adalah kereta darurat.

KA Malabar sendiri masih belum sampai ke Malang setelah anjlok malam kemarin. "Mereka kami berangkatkan menggunakan kereta darurat, karena KA Malabar baru sampai kesini malam nanti, sekitar jam sepuluh malam," kata Sofyan saat dihubungi SURYA Online, Sabtu (5/4/2014) malam.

Kendati kereta tersebut berstatus 'darurat', kondisi kereta tetap sama dengan kereta KA Malabar sehingga para penumpang tidak merugi. Pada kereta ini, Stasiun Kota Baru Malang memasang 2 kereta ekonomi, 2 kereta eksekutif, 1 kereta bisnis, 1 kereta makan dan 1 kereta pendorong.

"Sama saja kok. Hanya ini statusnya darurat," kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, stasiun Kota Baru Malang juga siaga memberikan informasi 24 jam menyusul anjloknya KA Malabar. Terlebih, dari total 367 penumpang, 119 penumpang diketahui turun di Malang.

Pihaknya juga masih terus koordinasi dan menunggu kabar dari pihak Daop 8. "Saya masih distasiun sampai sekarang. Masih siaga disini belum tahu sampai kapan," kata Sofyan.(Adrianus Adhi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini