TRIBUNNEWS.COM. MAKASSAR - ABD Muis tak berkutik saat ketiga tiga mobilnya ditangkap polisi, Senin (21/7/2014) petang. Tiga mobil itu tertangkap tangan saat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) yang akan diselundupkan di di Stasiun Pengisian Bahar Bakar Umum (SPBU) 74.902.21, Jl Daeng Tata Raya, Kecamatan Tamalate, Makassar.
"Ini untuk kebutuhan keluarga saya, apalagi anak saya kuliah di Unhas butuh banyak biaya,” kata Muis di lokasi kejadian.
Sebelumnya, pria itu berusaha“meloloskan” tiga unit mobilnya dengan mengaku sebagai wartawan dan pemimpin media massa.
Tapi aparat polisi yang dipimpin Kapolsek Tamalate, Kompol Suaeb A Majid, tak bergeming. Tiga unit mobil yang diakui milik Muis itu pun diamankan.
Suasana Penangkapan
Proses penangkapan penyelundup BBM itu memacetkan Jl Daeng Tata Raya menjelang waktu berbuka puasa. Kendaraan menumpuk mulai dari depan Patun Makateks hingga depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).
Awalnya pengguna jalan mengira mahasiswa tawuran lagi sehingga memacetkan jalan.
Belasan Brimob bersenjata otomatis mondar-mandir di jalan raya. Melihat aksi Brimob, warga lalu menduga ada penangkapan teroris.
"Tallewa'-lewa' sekali kalau mahasiswa tawuran lagi di Bulan Ramadan," ujar Alfian Mapparenta, pemilik Bengkel 17 di Jl Daeng Tata Raya.
Sebagian pengguna jalan menggerutu karena mereka terpaksa buka puasa di mobil akibat terjebak macet.
Staf SPBU 74.902.21 mengaku kaget tiba-tiba didatangi polisi. "Saya tidak tahu, Pak. Setelah isi bensin, tiba-tiba mereka ditangkap polisi," katanya.
Kapolrestabes Makassar , Kombespol Fery Abraham, mengatakan, operasi petang itu berdasar informasi warga.
"Begitu menerima informasi, kami langsung instruksikan anggota untuk melakukan penangkapan," kata Fery.
Fery menginstruksikan anak buahnya, "Siapapun pelakunya libas."
Operasi itu diduga bocor sehingga saat anggota tiba di lokasi sejumlah pelaku meloloskan diri.
Menurut Fery, dari hasil pengungkapan ini, dua terduga pelaku diamankan, satu diantaranya Muis dan satu sopir, Angga.
2 Tahun
Muis mengaku sudah dua tahun mengambil solar di sejumlah SPBU di Makassar lalu menjualnya ke nelayan di Pelabuhan Paotere.
Baca tanpa iklan