Ketidakseimbangan itu membuat neraca di sistem MMM timpang. Selain pengurangan keuntungan dowline, ketidakseimbangan itu membuat para member yang seharusnya mendapat suntikan dana menjadi tersendat.
“Bukan terlambat tapi memang belum dikirimi member lain,” kata dia.
Andik sendiri mengaku biasa satu minggu sudah mendapatkan kiriman dari beberapa member lain.
Pada masa traffic jam itu rekeningnya baru terisi sesuai haknya selama 3 minggu.
Menurut Andik, situasi itu biasa dan tidak membuatnya khawatir karena sistem dalam kondisi maintenance.
Dia yakin dalam waktu dekat kondisi sistem MMM Indonesia bisa normal kembali.
Andik meyakini, meskipun ada anggota MMM yang curang, masih ada jutaan member lain yang bisa dipercaya untuk menggerakkan roda sistem MMM.
“Karena itu komunitas yang kita bentuk harus berkomitmen kuat untuk membantu member lain,” katanya. (ben/ idl/day)
Baca tanpa iklan