News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Emil Gerebek Pasangan Mesum

Editor: Budi Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI :Salah seorang wanita yang ikut terjaring operasi Satpol PP Samarinda dinaikan ke dalam truk

* Pijat Plus-plus Berkedok Pub Karaoke

TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG,  - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggerebek pasangan mesum di tempat hiburan di Jalan Dalem Kaum, Jumat (22/8/2014). Lokasi yang berkedok pub dan karoke Golden Princess itu ternyata di dalamnya adalah tempat mesum.

Ketika azan Magrib berkumandang, Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, langsung naik ke lantai dua tempat hiburan itu dan masuk ke sebuah kamar.

Begitu tirai kamar dibuka, tampak seorang lelaki bertelanjang dada tengah dipijat oleh wanita yang tak mengenakan sehelai pakaian pun. Begitu juga saat masuk ke kamar lainnya, Emil menangkap basah pasangan mesum.

Bahkan seorang wanita muda usia belasan tahun kebingungan mencari baju karena tak ada di dalam kamar. Saat ditanya Emil, wanita belia itu memilih diam walau didesak. "Saya hanya tanya nama secara baik-baik. Tolong jawab jangan sampai dipaksa," kata Emil. Namun wanita berambut sebahu dan berkulit putih itu tetap diam.   

Emil mengatakan, penggerebekan lokasi mesum itu dilakukan atas laporan dari masyarakat tentang banyaknya tindakan asusila. "Kami sering mendapat laporan dari warga bahwa di kawasan Jalan Dalem Kaum kerap terjadi kegiatan asusila, makanya terbukti, padahal izinnya pub dan karaoke," ujar Emil.

Emil pun memerintahkan tempat itu disegel, selain karena menyalahi izin juga menyediakan pekerja seks komersial (PSK). "Pengusaha seperti ini harus ditindak tegas agar menimbulkan efek jera dan pelajaran bagi pengusaha lainnya yang melanggar perizinan," ujar Emil, yang berharap kasus ini jadi terapi kejut untuk para pengusaha di Kota Bandung.

Untuk membuktikan adanya pelanggaran, kata Emil, ia mengirim lebih dulu "detektif" karena jika menggerebek tanpa ada bukti dan tidak tertangkap tangan, hanya akan jadi debat kusir.

Saat razia, Emil menginterogasi sembilan wanita yang bekerja sebagai pemijat plus. Menurut Emil, mayoritas mereka bukan berasal dari Kota Bandung.

"Berdasarkan KTP mereka, hanya satu orang yang warga Kota Bandung. Sisanya, ada yang dari Cirebon, Subang, Cilacap, dan Indramayu," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kota Bandung, Ferdi Ligaswara, mengatakan, para PSK yang terjaring akan dikirim ke Dinas Sosial (Dinsos).

"Nanti mereka akan dibina, dan diharapkan tidak akan melakukan hal serupa lagi," ujar Ferdi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Emil dan rombongan menyegel tempat hiburan. Para karyawan tempat hiburan itu diminta pulang, sedangkan sembilan wanita diangkut naik truk untuk didata.
Razia Parkir Liar

Pada siang harinya, Emil melakukan gebrakan dengan merazia parkir liar di sejumlah jalan protokol Bandung. Ia berkeliling naik sepeda selama satu jam mencari kendaraan roda empat atau mobil yang parkir sembarangan atau tidak pada tempatnya.

Selain menempelkan stiker di mobil yang melanggar, Emil pun menggembok ban mobil dan menegur pemilik sepeda motor yang parkir di trotoar.

Emil berkeliling hanya ditemani ajudan, patroli pengawal, sejumlah wartawan, dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky. Ruas jalan yang dilalui Emil adalah Jalan Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, Kebon Kawung, Pasirkaliki, Kebonjati, Oto Iskandar Di Nata, dan Inggit Garnasih.

Selain menjadi perhatian warga, muncul pula beberapa kejadian lucu saat razia itu. Ketika Emil marah-marah kepada pemilik sepeda motor yang parkir sembarangan, tiba-tiba sekempok anak SMP menyerbu Emil minta salaman. Tak urung, Emil pun mengalihkan perhatiannya kepada anak sekolah dan meladeni anak-anak yang mencium tangannya.

Serbuan bocah pun terjadi di Jalan Inggit Garnasih. Puluhan murid perempuan sekolah dasar berteriak-teriak histeris saat melihat Emil bersepeda. "Ada Wali Kota, ada Wali Kota," teriak bocah-bocah berseragam putih merah.

Mendengar teriakan tersebut, Emil spontan melambaikan tangannya agar anak-anak itu mendekat. Belasan anak pun langsung berlari sambil berteriak. "Ya Allah, bisa salaman," teriak seorang bocah sambil berjingkrak-jikrak kegirangan.

Selama satu jam razia parkir liar, Emil menggembok dua belas mobil dan mengangkut tiga sepeda motor. "Mulai hari ini (kemarin, Red) penggembokan mobil yang parkir liar akan digelar tiap hari sampai tidak ada lagi parkir sembarangan," ujar Emil. (tsm)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini