TRIBUNNEWS.COM - Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan dinas TNI kembali menjadi sorotan nasional.
Peristiwa tragis di jalur utama Denpasar–Singaraja, Tabanan, Bali, menewaskan seorang pemuda bernama I Putu Krisnawan (21) setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan truk pengangkut personel Satgas Pamtas PNG.
Insiden yang terjadi pada Jumat (10/4/2026) melibatkan truk Hino bernomor 8243-IX yang dikemudikan oleh Pratu Agung Mesyak Napalior Timbola, anggota Komlekdam IX/Udayana.
Dalam video yang beredar terlihat truk berada di jalur lain dan mengalami kerusakan.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, menerangkan truk tersebut tengah membawa 18 personel menuju Yonif 900/SBW Singaraja untuk persiapan tugas perbatasan.
"Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.20 WITA. Berdasarkan keterangan awal, kedua kendaraan sama-sama melakukan manuver mendahului kendaraan lain dari arah berlawanan, hingga akhirnya terjadi benturan yang tidak terelakkan," paparnya, dikutip dari TribunBali.com.
Ia menambahkan sopir truk TNI sempat membanting setir, namun tabrakan tak dapat dihindari.
Korban sempat dievakuasi ke RS Semara Ratih kemudian dirujuk ke RSUD Singasana.
Namun, nyawa korban tak tertolong setelah mengalami luka berat.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Kolonel Inf Widi Rahman mendatangi rumah duka dan memberikan santunan.
"Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Pihak keluarga korban telah menerima dan mengikhlaskan kejadian ini sebagai sebuah musibah," lanjutnya.
Baca juga: Sopir Truk Tewas, Jumlah Korban Meninggal Kecelakaan Beruntun di Wonosobo Bertambah Jadi 3 Orang
Ia memastikan akan memeriksa penyebab kecelakaan dan mengamankan pengemudi.
"Kami memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku."
"Evaluasi internal juga akan dilaksanakan sebagai langkah pembinaan bagi personel kami," katanya.
Baca tanpa iklan