News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tiga Desa di Kaki Sinabung Lenyap

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gunung Sinabung mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Tiga Pancur, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 12 September 2014 dini hari. Setahun erupsi Gunung Sinabung yang merenggut 16 korban jiwa hingga kini masih menunjukkan aktivitas dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. Sebanyak 7.572 warga desa masih bertahan di 18 titik pengungsian mengingat Gunung Sinabung masih dalam status siaga (level III). Tribun Medan/Dedy Sinuhaji

Gunung Sinabung sejak meletus tahun 2010 belum turun status hingga normal, hanya sampai level waspada, kemudian meletus lagi September 2013.

Armen menyebut perbedaan "wajah" Sinabung dulu dan kini, pada posturnya. Sebelum letusan tahun 2014, tidak terdapat lidah lava.

"Kalau dulu lidah lava nya itu tidak ada. Jadi perubahannya sekarang Sinabung sudah ada lidah lava yang baru terbentuk 2014. Lidah lava panjangnya saat ini sudah mencapai 2,9 km dari puncak dengan lebar sekitar 1,5 km. Lidah lava ini bukaannya mengarah ke empat desa yang berada di luar radius 3 km. Makanya tetap dianjurkan tidak dikembalikan sampai status gunung normal."

Dijelaskannya, lidah lava terbentuk karena keluarnya magma dari dalam perut gunung, mengalir terus ke bawah disertai material sehingga membentuk gundukan.

"Lidah lava tidak berpotensi menjadi gunung baru, tapi kalau  terus terjadi guguran maka akan berpotensi lahar."
Armen juga memperkirakan puncak Sinabung juga terjadi perubahan.

"Kalau dulu di puncak ada seperti kawah, kemungkinan besar sekarang kawah itu sudah diisi lava. Dan, kawahnya kalau dulu satu, sekarang mungkin sudah ada tiga sampai empat. Kawah-kawah baru ini panjangnya sekitar 500 meter, posisinya ada yang di bagian leher gunung, tapi tidak jahu dari puncak," ujarnya. (tim)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini