TRIBUNNEWS.COM, TUTUYAN - Penyegelan Sekolah Dasar Negeri 1 Bai' oleh ahli waris lahan sudah hampir sebulan namun belum ada jalan keluar. Beruntung hal ini tak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Kepala SDN Bai' Nuriaty Mangkay, mengungkapkan sekolah sempat ditutup namun akhirnya dibuka lagi oleh pemilik lahan. Walau siswa dan guru harus melalui jalan kecil di antara pagar yang sengaja dibuka agar siswa dan guru bisa masuk.
"Sempat ditutup, tapi sudah ada jalan kecil untuk masuk ke halaman sekolah. Sampai saat ini proses belajar mengajar masih berjalan aman dan lancar," ujar Nuriaty, Jumat (10/10/2014).
Salah satu ahli waris, Jubur Mamonto, mengungkapkan pemagaran adalah hak keluarga sebagai ahli waris atas kepemilikan tanah.
"Kita tidak ada masalah dengan (gedung) sekolah, hanya tanahnya saja karena itu milik keluarga. Dari dinas pendidikan dan kecamatan sudah datang. Kami tidak ada persoalan dengan mereka. Pemagaran tanah itu adalah haknya keluarga," tegasnya.
Jubur mengungkapkan lahan tersebut adalah milik keluarga istrinya. Dia tak menampik penutupan tersebut sebagai reaksi pemecatan terhadap dirinya.
Kepala Dinas Pendidikan, Boltim, Yusri Damopolii mengatakan melakukan upaya pendekatan secara persuasif kepada keluarga ahli waris.
"Kami sudah datangi pihak keluarga. Bersyukur sampai hari ini kegiatan di sekolah masih tetap jalan seperti biasa," katanya.(ald)