Peringatan tersebut diberikan karena CH mencurigai jika YS memakai tindik di bibirnya. Setelah CH memberi peringatan, YS lantas mengakui telah menggunakan tindik.
"Tapi beberapa saat setelah saya beri peringatan, dia tiba-tiba pingsan. Jadi kemungkinan, luka yang dialaminya akibat jatuh, bukan karena ditampar,” tutur CH yang sehari-hari mengajar Bahasa Indonesia itu.
Setelah kejadian itu, guru yang juga mengajar Bahasa Indonesia ini dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Dalam keterangannya, CH mengaku kesal dengan YS yang tak mau mengaku saat ditanya bagian kesiswaan.
Baca tanpa iklan