Di dalam kongres, para peserta dilatih menulis, sekaligus diminta membuat karya, baik berupa novel maupun cerpen.
Hasilnya, selama kongres, tak kurang dari 200 judul, baik cerpen maupun novel, yang siap diterbitkan menjadi buku.
”Tetapi bagi yang naskah-naskahnya belum lolos, kami juga punya yang namanya Mizan Self Publishing. Di sana, mereka bisa menerbitkan karyanya sendiri dalam bentuk digital. Saya rasa hal-hal seperti inilah yang juga sudah difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan penerbitan lainnya,” pungkas Haidar. (ben)
Baca tanpa iklan