"Televisi di rumah saya jual diam-diam. Mobil milik papa juga saya gadaikan saat beliau dinas ke luar kota,” akunya.
Tabiat buruk ini memicu konflik di keluarga. Sang ayah, pegawai negeri sipil (PNS) yang dikenal penyabar pun jadi murka terhadap anak bungsunya.
”Papa akhirnya memberi uang Rp 7 juta untuk menebus mobil. Tapi, ini terlambat, mobil sudah dijual ke orang lain,” kenangnya.
Pada 2007 hingga 2008, keluarga memutuskan mengikutsertakan Angel pada program rehabilitasi pecandu narkotika di sebuah panti rehabilitasi di Malang. (ben)
Baca tanpa iklan