Ia memaparkan sekolah juga harus teliti, dan jeli dalam mengisi data siswa.
Apabila ditemukan kesalahan, maka sekolah yang bertanggung jawab.
Begitu juga, jika dalam pelaksaan UN ditemukan kekurangan soal ujian. Menurut Budiono persoalan ini disebabkan karena kesalahan sekolah dalam mengisi data jumlah peserta UN. Sementara, Dindik cuci tangan atas kejadian ini.
“Karena sumbernya dari sekolah,” katanya. (Adrianus Adhi)
Baca tanpa iklan