News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Eksklusif Jawa Timur

Satu Polisi di Surabaya Mengatur 60.000 Kendaraan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kendaraan bermotor berjalan merayap saat terjebak kemacetan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (1/1). Libur Tahun Baru tempat wisata di Kota Bandung diserbu pengunjung hingga mengakibatkan sejumlah jalan protokol di pusat kota dipadati kendaraan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Sebanyak 13 juta lebih kendaraan menjubeli Jatim.

Jumlah itu diperkirakan akan tembus 14 juta unit lebih pada 2015 ini.

Kerja keras polisi lalu lintas menjadi harapan agar kendaraan tetap bisa bergerak di jalan.

Pagi-pagi sekali, AKBP Raydian Kokrosono sudah meninggalkan rumah.

Sebab, sebelum matahari terbit, Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini harus sudah menata barisan anggota dan memberikan pengarahan singkat.

Setelah itu, ia bersama para anggota bergerak, berpencar menuju ke titik-titik jalan Surabaya yang rawan macet

“Kami harus sudah siap jauh sebelum warga keluar rumah. Kami harus siaga dan menjamin kelancaran di titik-titik yang menjadi pusat konsentrasi kendaraan bermotor,” ujar Raydian.

Sedikit saja telat mengatur, titik konsentrasi kendaraan itu, bisa terancam macet.

Jumlah kendaraan yang melebihi volume ruas jalan menjadi penyebab macet.

Keadaan semakin parah karena kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas masih rendah.

Di persimpangan yang dilengkapi traffic light saja, para pengendara masih saling serobot saat tidak ada polisi yang berjaga.

Apalagi di persimpangan tanpa traffic light, yang jumlahnya juga cukup banyak di Kota Surabaya ini.

Sepeda motor mendominasi jalan kota ini. Jumlahnya mencapai 3,63 juta.

Pada jam-jam berangkat dan pulang kantor, sepeda motor itu terlihat menyemut, berebut ruang dengan kendaraan roda empat, yang totalnya di Surabaya, 90.000 unit.

Jumlah itu belum termasuk kendaraan besar seperti bus dan truk.

Bila dibandingkan dengan rasio jumlah polisi lalu lintas yang hanya 705 personel, satu polisi harus berjibaku dengan 60.000 kendaraan.

Tugas memandu para pengendara itu dipastikan akan bertambah berat di tahun 2015 ini. Sebab, jumlah kendaraan terus bertambah setiap tahun.

Dari data Polrestabes Surabaya, pada 2014 rata-rata tiap bulan pengajuan STNK untuk mobil baru mencapai 4.017 unit. Sedangkan sepeda motor mencapai 13.330 unit.

“Kami sendiri juga harus bekerja luar biasa keras untuk menutup minimnya jumlah personel. Beberapa upaya kami lakukan,” ujar Reydian.

Bila ada kejadian menonjol, seperti kecelakaan dan demonstrasi besar, Reydian mengaku harus menggeser anggota ke lokasi.

Sistem grudukan ini dilakukan karena di titik terjadinya kejadian bisa dipastikan langsung mengalami kemacetan.

Di Surabaya, satu titik macet, akan berdampak pada ruas jalan lainnya.

“Kami menggunakan sistem prioritas untuk menyiasati kekurangan personel di lapangan. Jadi, saya konsentrasikan anggota ke titik yang rawan macet dan berpotensi mengalami gangguan lalu lintas lainnya. Bukan hanya lokasi, saya juga harus mengatur waktu yang berpotensi melahirkan kerawanan,” ungkapnya. (idl)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini