News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penculikan

Kelompok Bersenjata AK-56 Menculik Yani

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DUA alat berat yang dikerahkan untuk mengerjakan proyek waduk irigasi di Desa Alue Lhok Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara dipindahkan ke permukiman warga setelah terjadi penculikan petugas proyek di desa setempat. Foto direkam, Selasa (20/1).

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSUKON – Kelompok bersenjata api (senpi) jenis AK-56, M-16, dan pistol FN-1 menculik Muhammad Yani (32), pemuda asal Desa Padang Sakti, Kota Lhokseumawe yang bekerja pada proyek pembangunan bendungan irigasi di Desa Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Selasa (20/1/2015) sekira pukul 00.30 WIB.

Proyek itu sedang dikerjakan oleh PT Salina Bersama yang bukan merupakan perusahaan setempat. Sebelum diculik, lima pria bersenjata api laras panjang dan satu laras pendek itu sempat melepaskan tembakan ke udara, termasuk menembak tangki mobil dan truk milik perusahaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Serambi, sekitar pukul 00.30 WIB kemarin, sejumlah warga di Desa Alue Lhok sempat melihat ada delapan pria, tujuh di antaranya berbaju loreng dan satu lagi berjaket hitam. Sebagian besar mereka menenteng senpi. Dua di antaranya mengendarai sepeda motor (sepmor) jenis Jupiter Z warna merah.

“Warga mengira para pria itu sedang berburu kancil atau rusa, sehingga mereka membawa senapan angin. Sedangkan dua di antaranya yang mengendarai sepmor dan yang dibonceng di belakang tidak terlihat membawa senjata, karena mereka melaju agak kencang,” kata Ilyas (25), warga Desa Alue Lhok, Kecamatan Paya Bakong, kepada Serambi tadi malam.

Menurut Ilyas, sebelum para pria bersenpi itu tiba, dia memang sudah berniat akan ke lokasi waduk. Maka, ia teruskan saja niatnya, tanpa terpengaruh oleh kedatangan orang-orang yang tidak dia kenal itu.

Ia langsung menghidupkan sepmornya menuju waduk. Lokasinya berjarak sekitar 500 meter dari rumah warga. Saat berpapasan dengan pria-pria bersenjata itu, salah satu di antara mereka sempat menyetop Ilyas. Namun, karena menyadari Ilyas bukan dari kelompok mereka, sehingga pria yang menyetop tadi tak jadi menumpang di sepmor Ilyas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini