News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Debit Air di Garut Turun 60 Persen karena Lingkungan Rusak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim SAR di Gunung Guntur, Garut

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Debit air di Sungai Cimanuk Garut turun sekitar 60 persen dari 100 liter per detik menjadi 40 liter per detik. Hal ini disebabkan kerusakan lingkungan.

"Dari rapat kemarin terungkap terjadi penurunan debit air dari 100 liter menjadi 40 liter per detik," ujar Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat, Anang Sudarna di Bandung, Senin (9/3/2015).

Anang menjelaskan, dalam rapat tersebut diungkapkan, tahun lalu tim melakukan pemantauan dan hasilnya debit air di sana sekitar 100 liter per detik. Namun tahun ini begitu diperiksa menjadi 40 liter per detik.

"Tapi berapa tahunnya penurunan debit air ini terjadi harus ditanya lagi ke BKSDA," ucap Anang yang juga Ketua Satgas Hukum Terpadu Lingkungan Hidup Jawa Barat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan, penurunan debit air terjadi karena kerusakan lingkungan. Dari data yang diperolehnya, kerusakan terjadi di 10 titik dengan luas areal sekitar 600 hektare di kawasan hutan lindung daerah tersebut.

"Kerusakan yang terjadi seperti penambangan pasir ilegal, perambahan hutan atau illegal logging," ungkap Deddy.

Deddy mengaku khawatir, kondisi ini akan berpengaruh terhadap proses penggenangan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang. Apalagi penggenangan Jatigede berkaitan dengan kepentingan nasional.

Waduk Jatigede dibuat untuk kebutuhan air Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) yang di antaranya merupakan lumbung padi nasional. Untuk itu, ia memerintahkan Satgas menindak tegas segala bentuk perusakan lingkungan. (Reni Susanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini