"Dikira sudah mati juga , sebab badanya Syahrul berlumuran darah. Eh, ternyata saat masuk dikantung mayat dia masih bergerak dan hanya pingsan."
Di kalangan tetangga, Syahrul memang dikenal sering menjadikan rumahnya sebagai "markas" dan tempat kumpul-kumpul temannya.
Meski sejumlah tetangga merasa terganggu, namun tak banyak yang bisa menegur. "temannya itu, minum-minum, bawa perempuan, dan suara motornya selalu besar-besar." (cr5/won)
Baca tanpa iklan